Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ancaman El Nino bagi Buah Lokal Sumatera Selatan

Ancaman El Nino bagi Buah Lokal Sumatera Selatan

ancaman-el-nino-bagi-buah-lokal-sumatera-selatan
Ancaman El Nino bagi Buah Lokal Sumatera Selatan
service

Saat ini, masyarakat di Sumatera Selatan mengalami gagal panen buahan lokal. Seperti duku [Lansium domesticum], durian, dan buah hutan lainnya. Ancaman El Nino 2026, diprediksi akan membuat buah lokal kembali gagal panen. “Tahun ini sedikit sekali pohon duku kami berbuah. Bahkan, ada beberapa pohon terlihat akan mati,” kata Samsuddin, warga Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, awal Maret 2026. Penyebabnya, saat musim berbunga yang berlangsung September-Oktober tahun 2025, cuaca tidak menentu, seperti angin kencang, hujan, sehingga banyak bunga duku gugur. Padahal, dari Februari-April 2025, masih banyak pohon duku berbuah. Bahkan pada 2024, buah duku berlimpah, sehingga harganya jatuh di pasaran. Mencapai Rp2 ribu per kilogram dari tangan pemilik kebun. Dijelaskan Samsuddin, sejak 2014, beberapa pohon duku di sekitar Sungai Komering di Kabupaten OKU Timur, mulai banyak mati. Terutama pohon berusia tua. Pada awal 2025, dikutip dari globalplanet.news, wilayah yang banyak mengalami kematian pohon duku di Kabupaten OKU Timur, yakni Desa Perjaya, Desa Negeri Agung  dan Desa Pulau Negara di Kecamatan BP Peliung. Terkait hal tersebut, pemerintah Kabupaten OKU Timur melakukan pembagian bibit duku baru, serta meminta masyarakat tidak menggunakan racun saat membersihkan rumput di sekitar pohon. Racun rumput dinilai mengganggu daya tahan akar pohon duku. Sumatera Selatan terkenal dengan buah dukunya yang manis. Ada dua duku yang terkenal yakni duku Komering dan duku Muara Enim. Foto: Humaidy Kenedy/Mongabay Indonesia Kondisi yang sama dialami puluhan jongot atau kebun buah hutan di wilayah Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. “Banyak yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.