Sat,1 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Apa Dampak Gerhana Bulan bagi Lingkungan Pesisir?

Apa Dampak Gerhana Bulan bagi Lingkungan Pesisir?

apa-dampak-gerhana-bulan-bagi-lingkungan-pesisir?
Apa Dampak Gerhana Bulan bagi Lingkungan Pesisir?
service

Gerhana bulan bukan hanya pertunjukan astronomi yang membuat Bulan tampak gelap atau berwarna merah. Ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada hampir segaris, fenomena ini juga berkaitan dengan perubahan pasang-surut air laut yang dapat membawa manfaat sekaligus risiko bagi lingkungan pesisir. Gerhana bulan berlangsung ketika Bulan memasuki bayangan Bumi pada fase purnama. Pada kondisi ini, tarikan gravitasi Matahari dan Bulan bekerja pada arah yang selaras. Akibatnya, permukaan air laut dapat mengalami pasang lebih tinggi dan surut lebih rendah dibandingkan kondisi biasa. Pasang maksimum tersebut dapat memberikan manfaat ekologis. Air laut mampu menjangkau bagian pesisir yang lebih luas sambil membawa nutrisi ke berbagai wilayah. Masuknya unsur hara ini membantu menyuburkan ekosistem pesisir dan mendukung rantai makanan laut. Arus pasang juga dapat membantu menyebarkan benih tumbuhan laut dan organisme pesisir ke wilayah baru. Proses tersebut mendukung regenerasi alami serta meningkatkan peluang terbentuknya habitat baru. Dalam jangka panjang, perpindahan organisme dapat berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati di kawasan pesisir. Namun, perubahan pasang yang lebih tinggi juga mempunyai sisi berisiko. Air laut dapat melampaui batas normal dan menggenangi permukiman atau fasilitas di daerah rendah. Fenomena ini dikenal sebagai banjir rob. Dampaknya dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk nelayan, transportasi, dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Pada gerhana bulan 7–8 September 2025, misalnya, permukaan air laut di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai naik dan mencapai puncaknya sekitar pukul 03.00. Para nelayan tetap melaut karena pasang-surut merupakan bagian dari keseharian mereka, tetapi kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan. Gerhana bulan total juga dikenal dengan sebutan blood…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.