Sat,1 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Sungai dan Wayang Harimau di Sumatera Selatan

Sungai dan Wayang Harimau di Sumatera Selatan

sungai-dan-wayang-harimau-di-sumatera-selatan
Sungai dan Wayang Harimau di Sumatera Selatan
service

Sumatera Selatan yang merupakan bagian penting dari Pulau Sumatera, memiliki kekayaan alam luar biasa dari dataran tinggi hingga rendah, baik biotik maupun abiotik. Sungai atau batanghari adalah salah satu wujud kekayaan tersebut. Sungai bukan hanya ruang bagi air, batuan, pasir, juga menjadi rumah bagi ribuan makhluk hidup. Mulai dari mikroorganisme, tumbuhan air, ikan air tawar, ampibi, reptil, invertebrata, hingga burung, berang-berang dan buaya. Sumatera Selatan dikenal sebagai negeri “Batanghari Sembilan”. Sebab, di wilayah ini terdapat sembilan sungai besar, yakni Sungai Musi, Sungai Komering, Sungai Ogan, Sungai Lematang, Sungai Lakitan, Sungai Batanghari Leko, Sungai Kelingi, Sungai Rupit, dan Sungai Rawas. Sembilan sungai tersebut membentuk ekosistem lahan basah, yang luasnya sekitar tiga juta hektar. Dalam pemikiran Friedrich Ratzel (Jerman) dan Ellsworth Huntington (Amerika Serikat) yang mengembangkan teori Determinisme Lingkungan, kekayaan sungai membentuk budaya masyarakat yang hidup di sekitarnya. Sungai bukan hanya sebagai sumber air bersih, pangan, juga sarana transportasi. Kehidupan sungai tidak mengenal dominasi hierarki. Air mengalir bebas dari hulu ke hilir maupun sebaliknya, bebas diakses semua makhluk hidup, serta memberi penghidupan tanpa menuntut balas. Pada akhirnya, melahirkan masyarakat terbuka, egaliter, dan berketuhanan. Masyarakat yang terbuka, egaliter, dan berketuhanan tersebut memfasilitasi proses akulturasi budaya, sehingga kebudayaan di Sumatera Selatan, kaya tradisi dan pengetahuan, seperti kekayaan alamnya. Pengetahuan lokal melebur dengan berbagai pengetahuan Hindu-Buddha, Islam, dan Barat, yang melahirkan beragam tradisi dan budaya, seperti arsitektur, sistem kepercayaan, seni, dan lainnya. Ikan menjadi sumber pangan dan ekonomi bagi masyarakat di Sumatera Selatan. Foto Nopri Ismi/Mongabay Indonesia. Dari 67 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Sumatera…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.