Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hidup di Kandang Perawatan, Kisah Sedih Owa di Sumatera Selatan

Hidup di Kandang Perawatan, Kisah Sedih Owa di Sumatera Selatan

hidup-di-kandang-perawatan,-kisah-sedih-owa-di-sumatera-selatan
Hidup di Kandang Perawatan, Kisah Sedih Owa di Sumatera Selatan
service

Tangan kecilnya cekatan mengambil kotak berisi sayur dan buah-buahan di balik kandang ukuran 3×2 meter. Satu-persatu potongan wortel, jagung, timun, kacang panjang dan terong masuk ke mulutnya. Matanya sayu menatap ke luar kandang perawatan, seolah bertanya, kapan akan bertemu induknya dan kembali ke alam liar. “Usianya baru satu tahun, masih anakan, tapi sudah terpisah dari ibunya,” kata Arnestasya Fitri Andriani, dokter hewan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu, Palembang, Sumatera Selatan, menceritakan kisah siamang yang mereka rawat, Kamis (7/5/2026). Hingga saat ini, ada 29 individu owa —terdiri 28 owa siamang dan satu owa ungko— dirawat di PRS Punti Kayu. Tempat rehabilitasi ini dikelola The Aspinall Foundation sejak 2022, yang sejauh ini telah melepasliarkan sekitar 40 individu siamang. “Untuk ungko, ada satu individu karena baru masuk kerja sama tahun ini (2026),” kata Made Wedana, Direktur The Aspinall Foundation, kepada Mongabay Indonesia, Rabu (20/4/2026). Mayoritas siamang yang dievakuasi ke PRS Punti Kayu memiliki latar belakang yang sama, yakni bekas peliharaan warga yang diserahkan sukarela maupun hasil sitaan. Mirisnya, empat individu sitaan tersebut masih bayi berumur sekitar satu tahun. Pemisahan paksa di usia dini berpotensi menghambat tumbuh kembang mereka. Secara alami, anak siamang seharusnya masih melekat dan berada dalam perlindungan penuh induknya. Anakan owa siamang berusia satu tahun ini dirawat di PRS Punti Kayu. Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia. Pola asuh siamang pun cukup unik. Peran utama merawat anak akan bergeser dari induk betina ke induk jantan seiring bertambahnya usia anak. Selama rentang usia satu hingga dua tahun, induk betina…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.