Jakarta, Arina.id—Jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlanjut. Setelah mencatat kemajuan dalam perundingan tidak langsung di Doha, Qatar, kedua negara sepakat menggelar putaran negosiasi berikutnya usai pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selesai.
Perundingan tersebut dimediasi oleh Qatar dan Pakistan sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran setelah kedua negara terlibat saling serang dalam beberapa waktu terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan mediator dari Qatar dan Pakistan telah menggelar pertemuan terpisah dengan delegasi AS dan Iran di Doha. Menurutnya, pembicaraan berlangsung konstruktif dan menghasilkan perkembangan positif.
“Para mediator dari Qatar dan Pakistan telah menyelesaikan pertemuan terpisah dengan negosiator Amerika Serikat dan Iran di Doha hari ini. Kemajuan yang dicapai mencakup implementasi nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang dibangun berdasarkan hasil KTT Lake Lucerne,” tulis Al Ansari melalui akun X, Rabu (2/7).
Ia menambahkan, kedua delegasi sepakat melanjutkan pembahasan dalam waktu dekat. Putaran berikutnya dijadwalkan berlangsung segera setelah prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selesai.
Sekitar 30 negara diperkirakan akan mengirimkan delegasi untuk menghadiri pemakaman tersebut. Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif dijadwalkan hadir secara langsung, sementara India akan diwakili oleh wakil menteri luar negerinya.
Prosesi pemakaman akan melewati sejumlah lokasi yang memiliki nilai simbolis bagi Republik Islam Iran. Rute dimulai dari pusat pemerintahan di Teheran, kemudian menuju kota-kota suci bagi umat Syiah, yakni Qom, Karbala, dan Najaf, sebelum berakhir di Mashhad.
Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun di kompleks kediamannya di Teheran pada 28 Februari lalu. Kepergiannya terjadi di tengah memanasnya situasi kawasan setelah pecahnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Sebelum pertemuan terbaru ini, Iran dan AS telah lebih dulu memulai pembicaraan tidak langsung di Doha pada Rabu (1/7). Dialog tersebut difokuskan pada upaya mendorong implementasi nota kesepahaman yang disusun untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sekaligus membuka jalan menuju pembahasan program nuklir Iran.
Meski demikian, Teheran kembali menegaskan tidak akan melakukan negosiasi secara langsung dengan Washington. Seluruh komunikasi tetap dilakukan melalui mediator dari Qatar dan Pakistan.
Seorang diplomat yang enggan disebutkan namanya mengatakan pembahasan kali ini lebih banyak bersifat teknis. Menurutnya, kedua pihak membahas rincian implementasi MoU serta melanjutkan kemajuan yang telah dicapai dalam KTT Lake Lucerne, Swiss.
MoU yang disepakati bulan lalu itu memuat sejumlah poin penting, antara lain gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, serta penyusunan tenggat waktu menuju kesepakatan permanen mengenai program nuklir Iran dan penghentian konflik di kawasan.
Meski belum menghasilkan terobosan besar, pertemuan di Doha dinilai menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran masih terbuka.




Comments are closed.