Mon,9 March 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Berkat Tupai, Ilmuwan Berhasil Hidupkan Kembali Tanaman Berusia 32.000 Tahun

Berkat Tupai, Ilmuwan Berhasil Hidupkan Kembali Tanaman Berusia 32.000 Tahun

berkat-tupai,-ilmuwan-berhasil-hidupkan-kembali-tanaman-berusia-32.000-tahun
Berkat Tupai, Ilmuwan Berhasil Hidupkan Kembali Tanaman Berusia 32.000 Tahun
service

Para ilmuwan di Rusia telah mencapai tonggak sejarah yang mencengangkan dalam bidang biologi konservasi dan paleontologi. Mereka berhasil menghidupkan kembali sebuah tanaman berbunga yang telah mati selama lebih dari 32.000 tahun. Tanaman tersebut adalah Silene stenophylla atau campion berdaun sempit. Flora ini terakhir kali mekar pada zaman Pleistosen akhir. Itu adalah masa ketika mammoth berbulu dan badak bercula dua masih berkeliaran di bumi. Penemuan ini tidak hanya mendefinisikan ulang batas ketahanan kehidupan biologis. Peristiwa ini juga memberikan wawasan krusial mengenai mekanisme adaptasi tanaman terhadap lingkungan ekstrem. Keberhasilan ini bermula dari serangkaian penggalian di sepanjang tepi Sungai Kolyma di Siberia utara. Tim peneliti dari Institute of Cell Biophysics, Russian Academy of Sciences, menjelajahi lapisan permafrost yang tidak pernah mencair sejak Zaman Es. Dua pot tanaman Silene stenophylla yang berhasil tumbuh normal, berbunga, dan menghasilkan benih subur setelah puluhan ribu tahun membeku. | PNAS Di kedalaman 38 meter di bawah permukaan tanah, para ilmuwan menemukan fosil sarang atau liang hibernasi tupai tanah Arktik purba (Spermophilus parryii). Tupai ini dikenal membangun sarang yang luas untuk menyimpan cadangan makanan menghadapi musim dingin yang panjang. Dalam salah satu sarang tersebut, tim menemukan ribuan biji dan buah dari berbagai spesies tanaman. Semuanya tersimpan dalam kondisi beku sempurna. Penanggalan radiokarbon pada biji Silene stenophylla mengonfirmasi usia mereka yang luar biasa, yaitu antara 31.800 hingga 32.200 tahun. Sarang ini membeku dengan sangat cepat dan tidak pernah mencair sejak saat itu. Hal ini dijelaskan oleh para peneliti dalam studi mereka yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.