Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Berkata kasar tanda seseorang lebih cerdas?

Berkata kasar tanda seseorang lebih cerdas?

berkata-kasar-tanda-seseorang-lebih-cerdas?
Berkata kasar tanda seseorang lebih cerdas?
service

Fenomena tokoh publik dan figur politik yang mengumpat di ruang publik kerap memicu kontroversi. Secara norma sosial, tindakan ini dianggap tidak etis dan bahkan sering melekat pada cap negatif. Seakan-akan, orang yang berkata kasar adalah individu yang kurang berpendidikan, atau bahkan memiliki IQ yang rendah.

Namun, jika dibedah melalui kacamata ilmu linguistik, ternyata fenomena ini memiliki fakta yang berbanding terbalik. Riset justru membuktikan bahwa mengumpat adalah salah satu ciri orang yang cerdas.

Di episode terbaru Podcast Suar Akademia kali ini, kami mengundang Elga Ahmad Prayoga, akademisi dari La Rochelle University, Prancis, untuk berdiskusi lebih dalam mengenai mengumpat sebagai tanda kecerdasan seseorang.

Elga menjelaskan bahwa secara psikolinguistik dan sosiolinguistik, seseorang yang mampu memilih kata kasar secara kontekstual justru menunjukkan kecerdasan berbahasa (linguistic intelligence). Mengumpat bukanlah tanda seseorang kekurangan kosakata, melainkan menandakan bahwa mereka menguasai perbendaharaan kata yang kaya dan juga memiliki kemampuan memilih diksi yang paling tepat untuk menyampaikan intensitas emosi secara ringkas.

Elga juga menambahkan bahwa dari sudut pandang psikologis, tutur kata kasar yang terlontar secara spontan cenderung mencerminkan kejujuran dan juga ketulusan. Sebuah umpatan sering kali dapat mewakili perasaan marah, kagum, atau kecewa secara ringkas tanpa perlu menyusun kalimat penjelasan yang panjang.

Tak hanya terkait dengan kecerdasan berbahasa, Elga juga menjelaskan bahwa mengumpat juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan biologis. Saat seseorang mengalami rasa sakit ketika terjatuh ataupun keseleo, kaget, maupun stres emosional yang hebat, refleks mengucapkan kata kasar juga terbukti membantu meredakan tekanan tersebut.

Secara biologis, respon ini yeng memicu bagian otak (amygdala) untuk melepaskan hormon endorfin, sebagai pereda rasa sakit dan pereda stres emosional (catharsis)

Namun, meskipun memiliki manfaat psikologis dan juga biologis, fakta ilmiah ini menurut Elga bukanlah lampu hijau untuk bisa menormalisasi ujaran kasar di sembarang tempat. Keberadaan kata-kata tabu harus tetap diekspresikan sesuai konteks yang tepat. Elga menambahkan bahwa kata-kata kasar harus tetap berada pada posisinya sebagai kata yang tabu. Jika kata kasar dinormalisasi dan diucapkan di semua situasi, maka efek atau manfaat biologisnya malah akan hilang.

Terlepas dari itu semua, Elga mengapresiasi kreativitas berbahasa masyarakat terutama generasi muda saat ini, yang mampu memodifikasi kata kasar yang tajam, menjadi terdengar lebih halus, misalnya dari kata “anjing” menjadi “anjir”, “anjay”, ataupun “bjir”. Menurutnya, ini merupakan suatu bentuk kecerdasan linguistik yang tampak di tengah masyarakat.

Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.