Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Siapa Sangka, Media Sosial Bantu Temukan 3 Spesies Baru Kelompok Talas dari Hutan Sumatera

Siapa Sangka, Media Sosial Bantu Temukan 3 Spesies Baru Kelompok Talas dari Hutan Sumatera

siapa-sangka,-media-sosial-bantu-temukan-3-spesies-baru-kelompok-talas-dari-hutan-sumatera
Siapa Sangka, Media Sosial Bantu Temukan 3 Spesies Baru Kelompok Talas dari Hutan Sumatera
service

Media sosial tidak hanya menjadi tempat memamerkan koleksi tanaman hias. Unggahan foto dari sejumlah penghobi ternyata membantu peneliti menemukan tiga spesies tumbuhan baru dari hutan Sumatera. Ketiganya berasal dari genus Homalomena, kelompok tumbuhan talas-talasan atau Araceae. Spesies tersebut diberi nama Homalomena pachyderma, Homalomena pulopadangensis, dan Homalomena uncinata. Penemuan bermula ketika dua peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung melihat beberapa unggahan tanaman hias. Mereka kemudian melakukan penelitian taksonomi untuk memeriksa ciri-cirinya. Hasil penelitian membuktikan bahwa ketiga tanaman tersebut merupakan spesies yang belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. “Hal ini menegaskan peran yang semakin besar dari platform digital dalam mengungkap keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi, khususnya di Sumatera,” tulis Hariri dan kolega, Jumat (27/3/2026). Homalomena pachyderma berasal dari Aek Nabobar, Tapanuli Tengah. Spesimennya ditemukan di sebuah tempat pembibitan tanaman di Bogor. Tanaman setinggi sekitar 18 sentimeter ini tumbuh di bebatuan dan memiliki daun tebal. Daun dewasa berwarna hijau tua, sedangkan daun mudanya berwarna hijau limau. Nama “pachyderma” berasal dari bahasa Yunani. Kata pachys berarti tebal, sementara derma berarti kulit. Nama tersebut merujuk pada helaian daunnya yang tebal dan menyerupai kulit. Spesies kedua, Homalomena pulopadangensis, berasal dari Pulo Padang KM 5, Lingga Bayu, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Tanaman yang tingginya mencapai 18 sentimeter ini mempunyai daun menyempit dan tumbuh tegak ke atas. Ciri tersebut membedakannya dari spesies lain yang serupa, tetapi memiliki daun menggantung. Sementara itu, Homalomena uncinata merupakan spesies terkecil dengan tinggi sekitar 11 sentimeter. Keunikannya terletak pada rambut berbentuk kait di permukaan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.