Kalimantan membara, termasuk Kalimantan Selatan. Sejak 1 Januari-23 Agustus 2026, ada 14.816 titik panas (hotspot) terpantau dalam data SiPongi, di sejumlah wilayah rawan kebakaran Kalimantan Selatan. Tujuh dari 13 kabupaten kota menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam Agustus saja, ada 405 hotspot. Kabut asap pun mulai menyelimuti Kalimantan Selatan. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, datang ke Kalsel, meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Minggu (23/8/26) siang. Lokasinya berada tepat di belakang permukiman warga, di Kompleks Perumahan Aero Sinergia. Raja mengatakan, di Banjarbaru pemadaman karhutla bukan perkara mudah, terutama pada lahan gambut. Meski api di permukaan sudah padam, asap masih tetap terlihat karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah. “Seperti yang teman-teman lihat, dari atas sudah padam. Dari bawah masih ada asap karena ini memang gambut. Secara teori, ini pembakaran tidak sempurna, hingga asapnya lebih banyak dan potensi timbul api lagi masih tetap banyak,” katanya. Berdasarkan data SiPongi pada pukul 21.00 sehari sebelumnya, hotspot di Kalsel sempat turun jadi 11 titik dari 157 titik. Namun, data terbaru pukul 06.00 kembali menunjukkan peningkatan menjadi 44 titik. “Artinya, sungguh tidak mudah memadamkan api. Karena itu, saya mohon sekali lagi kepada masyarakat yang masih memiliki tradisi land clearing dengan cara membakar, mohon jangan dilakukan lagi. Dampaknya luar biasa,” katanya. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, datang ke Kalsel, meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Minggu (23/8/26) siang. Foto: Riyad Dafhi Rizki/Mongabay Indonesia Raja mengingatkan, masyarakat tak…This article was originally published on Mongabay
Karhutla Kalsel, Menyoal Penegakan Hukum, Dorong Peradilan Lingkungan
Karhutla Kalsel, Menyoal Penegakan Hukum, Dorong Peradilan Lingkungan





Comments are closed.