Wed,9 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Burung-burung Ini Mencuri Kulit Ular, Ilmuwan Butuh 1 Abad Pecahkan Misterinya

Burung-burung Ini Mencuri Kulit Ular, Ilmuwan Butuh 1 Abad Pecahkan Misterinya

burung-burung-ini-mencuri-kulit-ular,-ilmuwan-butuh-1-abad-pecahkan-misterinya
Burung-burung Ini Mencuri Kulit Ular, Ilmuwan Butuh 1 Abad Pecahkan Misterinya
service

Kulit ular yang terselip di antara ranting dan rerumputan sarang burung sering dianggap kebetulan, sisa material yang tak sengaja terbawa saat burung membangun sarangnya. Kebiasaan ini juga bukan perilaku segelintir spesies saja, sebab puluhan jenis burung di berbagai belahan dunia diketahui melakukan hal serupa, termasuk House Wren (Troglodytes aedon) yang bersarang di rongga pohon dan Blue Grosbeak (Passerina caerulea) yang membangun sarang cangkir terbuka. Namun fenomena ini sebenarnya telah membingungkan peneliti dan naturalis selama lebih dari satu abad, sebab kulit ular yang kering dan kaku itu jelas tidak menawarkan kehangatan atau kenyamanan bagi telur yang akan menetas. Mengapa burung bersusah payah mencari dan membawa material yang tidak lazim ini ke dalam sarangnya, alih-alih menggunakan bahan yang lebih mudah didapat di sekitarnya? Studi terbaru yang dipimpin Vanya Rohwer, kurator di Cornell University Museum of Vertebrates, akhirnya menjawab teka-teki tersebut. Kulit ular bukan bahan sarang yang tercecer begitu saja, melainkan alat pertahanan yang sengaja dicari burung untuk melindungi telur dan anak-anaknya dari predator. Rohwer mencatat bahwa kulit ular tergolong material yang jarang ditemukan begitu saja di alam bebas, sehingga upaya burung memburunya menunjukkan bahwa benda ini memang sengaja dikejar sebagai aset berharga, bukan sekadar dipungut karena kebetulan tersedia di sekitar sarang. Jejak dari Kartu Kolektor Telur Kuno Untuk menguji dugaan ini, Rohwer dan timnya menelusuri data dari 78 spesies burung dari 22 famili berbeda yang tercatat pernah membawa kulit ular ke sarangnya. Mereka memanfaatkan sumber sejarah yang tak biasa, yaitu kartu catatan telur dari koleksi Western Foundation of Vertebrate Zoology yang berasal…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.