Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai daerah di Kalimantan, juga terjadi di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) termasuk di zona intinya. Pada tengah Agustus, Deden Wahyudi, warga Kampung Sepaku Lama, Penajam Paser, Kalimantan Timur, yang berada di zona IKN tak luput dari kepungan asap. Dia panik Jakiyah, ibu Deden mengidap penyakit radang paru. Situasi itu membuatnya sulit bernapas saat beriringan dengan asap dan debu. “Kuatir juga. Kalau asapnya makin tebal, nasib saya bagaimana,” katanya kepada Mongabay, akhir Agustus. Nuni, warga Sepaku Lama yang lain sampaikan kekhawatiran serupa. Apalagi, baru-baru ini, dia melihat langsung kondisi api menyala dari lahan konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) pada malam hari. Wilayah yang terbakar itu, juga masuk dalam kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. “Hari itu kebakaran, di atas (kawasan konsesi IHM). Baru-baru aja, belum seminggu,” katanya sambil menyikat pakaiannya, Jumat (21/8/26). Di kota penyangga IKN seperti Balikpapan, sudah dua hari belakangan karhutla terjadi. Kabut asap tipis mulai menyelimuti langit. Paling tampak, pagi hari sesaat setelah matahari terbit. Pendar cahaya matahari tak memencar, membuatnya tampak seperti lingkaran kemerahan dari kejauhan. Bau asap menyengat. Emi, ibu hamil asal Balikpapan Selatan yang juga memiliki anak dengan usia rentan, turut merasa terancam. “Saya kira embun, tapi kok agak tebal. Terus bau-bau asap bakaran, kayak gosong gitu,” katanya kepada Mongabay, Minggu (30/8/26). Situasi itu memaksa Emi membatasi aktivitas di luar ruangan. Apalagi, usia kehamilannya sudah mencapai 5 bulan. “Kabar karhutla di Kalimantan memang mengkhawatirkan. Ada juga kejadian di sini, tapi memang…This article was originally published on Mongabay
Ketika IKN Tak Luput dari Kepungan Karhutla
Ketika IKN Tak Luput dari Kepungan Karhutla





Comments are closed.