Tidak semua reptil bertubuh panjang tanpa kaki adalah ular. Salah satu contoh yang sering menimbulkan salah identifikasi adalah slow worm (Anguis fragilis) atau cacing lambat, sejenis kadal tanpa kaki yang secara penampilan memang menyerupai ular, tetapi secara taksonomi merupakan spesies kadal sejati dari famili Anguidae. Tubuhnya silindris, ditutupi sisik halus mengkilap berwarna cokelat, abu-abu, hingga kemerahan seperti tembaga. Pada beberapa individu, tampak garis tipis memanjang di sepanjang punggung. Perbedaan paling mendasar dan paling mudah diamati adalah kemampuan berkedip. Slow worm atau cacing lambat memiliki kelopak mata yang dapat digerakkan secara aktif, sesuatu yang tidak dimiliki ular sama sekali. Mata ular selalu terbuka dan hanya dilindungi oleh sisik transparan yang disebut brille. Selain kelopak mata, slow worm juga memiliki lidah yang berbentuk pipih dan bercabang, berbeda dari lidah ular yang lebih ramping dan sangat lentur. Perbedaan-perbedaan anatomi ini bukan sekadar detail kecil; semuanya mencerminkan jarak evolusi yang cukup jauh antara dua kelompok reptil yang berpenampilan serupa. Perilaku Reproduksi dan Termoregulasi Aktivitas slow worm atau cacing lambat meningkat pada musim kawin, yaitu periode peralihan suhu setelah musim dingin. Setelah keluar dari hibernasi yang berlangsung antara Oktober hingga Maret, reptil ini aktif mencari makan dan memulihkan kondisi tubuh. Jantan umumnya lebih banyak terlihat di awal musim semi, sementara betina lebih sering dijumpai pada musim panas ketika mereka sedang bunting. Di area perkebunan dan taman, mereka kerap ditemukan berkumpul di bawah tumpukan papan, batu, atau lembaran logam bekas. Dua ekor slow worm (Anguis fragilis) terekam di habitat alaminya di Rosis, Hérault, Prancis. Spesies ini tersebar luas di kawasan Eurasia dan terlindungi…This article was originally published on Mongabay
Mirip Ular tapi Bukan Ular, dan Matanya Bisa Berkedip
Mirip Ular tapi Bukan Ular, dan Matanya Bisa Berkedip





Comments are closed.