Pemadaman listrik di beberapa titik di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menunjukkan lemahnya sistem ketenagalistrikan karena ketergantungan bahan bakar fosil ini. Peristiwa ini harus jadi momentum pemerintah beralih ke energi terbarukan, apalagi, potensi energi terbarukan di provinsi ini tinggi sekitar 197,96 GWp. Pemadaman listrik di Jateng terjadi dengan durasi tak menentu dan berulang. Aktivitas warga, baik rumah tangga, pekerjaan, hingga bisnis terhambat. “Gak ada peringatan dan sosialisasi. Tiba-tiba listrik padam, cucian berhenti dan gak produktif. Rugi dan gak ada solusi dan alternatif,” kata Sri, pemilik laundry rumahan di Semarang. Semarang sedang panas-panasnya. “Pompa mati, air untuk kebutuhan harian habis. Repot gak ada peringatan. Kipas mati, anak rewel kepanasan. Stok ASI (air susu ibu) basi semua,” keluh Najwa, ibu muda di Semarang. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai, seharusnya bisa antisipasi gangguan pada pembangkit atau satu elemen jaringan dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Caranya, melalui ketersediaan cadangan daya (reserve margin), sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai. Apalagi di sistem kelistrikan PLN, ada ketentuan reserve margin 30% yang seharusnya menjamin keamanan pasokan pembangkit. IESR menduga, pemicu listrik padam bergilir adalah rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU pada sistem kelistrikan Jawa-Bali. Keterbatasan pasokan batubara yang membuat hari operasi pembangkit (HOP) di bawah batas aman. Keterlambatan pengiriman batubara ke PLTU, salah satunya, karena tertundanya pengesahan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). IESR mendesak, pemerintah segera investigasi independen berbasis data demi mengidentifikasi penyebab langsung, faktor pemicu, dan akar masalah gangguan pemadaman listrik. Hasilnya juga harus…This article was originally published on Mongabay
Byar Pet Listrik di Jateng, Saatnya Serius Manfaatkan Energi Terbarukan
Byar Pet Listrik di Jateng, Saatnya Serius Manfaatkan Energi Terbarukan





Comments are closed.