Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ternyata Semut Bisa Mengobati dan Mengamputasi Temannya

Ternyata Semut Bisa Mengobati dan Mengamputasi Temannya

ternyata-semut-bisa-mengobati-dan-mengamputasi-temannya
Ternyata Semut Bisa Mengobati dan Mengamputasi Temannya
service

Kemampuan mengenali luka, menentukan perawatan, lalu menyelamatkan anggota kelompok selama ini dianggap sebagai keistimewaan manusia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa semut juga memiliki sistem penyelamatan yang mengejutkan. Mereka dapat membawa pulang anggota koloni yang terluka, merawat lukanya, bahkan melakukan amputasi jika diperlukan. Perilaku ini ditemukan pada beberapa spesies semut. Megaponera analis, misalnya, dikenal sebagai pemburu rayap. Dalam pertempuran dengan mangsanya, sebagian semut dapat mengalami cedera. Semut yang sehat kemudian mengangkut rekannya kembali ke sarang untuk mendapatkan perawatan. Operasi penyelamatan tersebut terbukti meningkatkan peluang semut yang terluka untuk tetap hidup. Penelitian mengungkap bahwa M. analis memiliki senyawa antimikroba yang dioleskan pada luka untuk menghambat infeksi. Semut merawat dan menjilati bagian yang terluka, terutama dalam tiga jam pertama setelah cedera. Tanpa perawatan ini, sekitar 90 persen semut pekerja yang terluka dapat mati. Artinya, tindakan sederhana yang dilakukan anggota koloni mempunyai pengaruh besar terhadap keselamatan rekannya. Namun, tidak semua spesies semut mempunyai senyawa antimikroba. Lalu, bagaimana mereka menyelamatkan anggota koloninya? Pada Camponotus floridanus, jawabannya adalah amputasi. Dalam eksperimen, peneliti melukai kaki semut pada bagian paha. Semut lain mula-mula menjilati luka, lalu bergerak menuju pangkal kaki dan menggigitnya berulang kali hingga putus. Proses amputasi berlangsung sekitar 190–290 menit setelah cedera dan terbukti meningkatkan peluang semut yang terluka untuk bertahan hidup. Menariknya, amputasi tidak dilakukan pada semua jenis luka. Ketika cedera berada di kaki bagian bawah, semut hanya membersihkan dan merawatnya lebih lama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mampu mengenali lokasi luka dan menyesuaikan tindakan. Kaki hanya dipotong apabila amputasi dapat meningkatkan peluang keselamatan. Para peneliti…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.