Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Laut Pesisir Bekasi Tercemar, Nasib Nelayan Kian Terancam

Laut Pesisir Bekasi Tercemar, Nasib Nelayan Kian Terancam

laut-pesisir-bekasi-tercemar,-nasib-nelayan-kian-terancam
Laut Pesisir Bekasi Tercemar, Nasib Nelayan Kian Terancam
service

Sejak 2017, Abdul Rahman, nelayan Pantai Harapanjaya, sudah merasakan penurunan hasil tangkapan. Laut yang biasanya menjadi sumber penghidupan, kini telah berubah akibat pencemaran dari aktivitas industri.  Saat ini, aktivitas melaut harus menempuh jarak hingga 4 kilometer, dibandingkan dulu yang hanya di pinggir pantai saja. Bahkan, dengan melaut selama 16 jam, Rahman hanya mendapatkan satu kilogram udang peci yang dihargai sekitar Rp30.000.  Kelompok Nelayan Pantai Harapanjaya menduga, pencemaran ini bersumber dari limbah batubara PLTU Babelan yang dikelola PT cikarang Listrindo Tbk. Ada juga indikasi proses pemindahan batubara yang tercecer di wilayah pesisir membahayakan lingkungan dan habitat ikan.  “Ini gak wajar, 30 meter bubu udang isinya cuman sekilo[gram],” kata Rahman pada April lalu. “Paling segini harganya cuman Rp30.000.” Nelayan pernah protes karena tumpukan material dan aktivitas kapal tongkang membuat perahu mereka kandas. Meskipun perusahaan akhirnya menenggelamkan pipa, sedimentasi nyatanya sudah terjadi yang mengakibatkan ekosistem pesisir terancam.  Sebagai wilayah industri penyangga Jakarta, Kabupaten Bekasi menyimpan wajah yang kontras di tepian utaranya. Wilayah pesisir di Kecamatan Muaragembong seolah terisolasi. Meski begitu, wilayah ini memiliki potensi sumber daya laut yang cukup tinggi, seperti ikan bandeng, kembung, kakap putih, belanak, cumi-cumi, kuro (Eleutheronema tetradactylum), jenis-jenis udang dan kepiting termasuk rajungan. Nayu Kulsum, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi mengakui Dinas Perikanan sering kali berada dalam situasi dilematis saat menghadapi keluhan langsung dari masyarakat. Tak hanya pencemaran, salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan dari kondisi ini adalah ancaman terhadap regenerasi nelayan di masa depan. Dari 260 nelayan yang ada didominasi oleh mereka yang berusia lebih dari 40 tahun.  Berdasarkan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.