Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Negara Lebih Perhatian pada Kapal Industri Dibanding Nelayan Kecil?

Negara Lebih Perhatian pada Kapal Industri Dibanding Nelayan Kecil?

negara-lebih-perhatian-pada-kapal-industri-dibanding-nelayan-kecil?
Negara Lebih Perhatian pada Kapal Industri Dibanding Nelayan Kecil?
service

Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk solar sebesar Rp15.000 per liter. Harga tersebut berlaku untuk kapal dengan ukuran minimal 30-200 gros ton (GT). Kebijakan itu diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Senin (13/7/26). Insentif yang diberikan senilai Rp3.600 per liter dari harga asli BBM nonsubsidi jenis solar sebesar Rp18.600 per liter. Dana insentif tersebut disubsidi melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan enam bulan ke depan dengan kuota sebanyak 400.000 ton atau 400 juta liter. Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Kamis (16/7/26), berjanji bahwa penyaluran insentif BBM nonsubsidi akan berjalan tepat sasaran. Untuk itu, pemilik kapal wajib melaporkan rencana pengisian BBM dan mengaktifkan alat sistem pemantauan kapal saat pengisian BBM. Dengan jumlah kapal mencapai 6.712 unit, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan kebutuhan jumlah BBM bisa mencapai sedikitnya 399 juta liter hingga akhir 2026. Jumlah tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Nelayan tradisional dari Pulau Batam, Kepulauan Riau, melaut di perbatasan Indonesia-Singapura. Foto: Yogi Eka Sahputra/Mongabay Indonesia. Dani Setiawan, Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), menyatakan jumlah tersebut sangat besar, jika dibandingkan subsidi serupa yang diberikan kepada nelayan kecil dan tradisional. Sudah seharusnya, para pemilik kapal bisa dengan bijak memanfaatkan subsidi dengan baik dan tepat. “Para penerima insentif harus jujur dan transparan,” jelasnya, Sabtu (18/7/26). Menurut Dani, ada masalah lain yang lebih penting saat ini, yaitu berkaitan tata kelola. Khususnya,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.