Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Cerita dari Spesies Terancam hingga Warga Melawan

Cerita dari Spesies Terancam hingga Warga Melawan

cerita-dari-spesies-terancam-hingga-warga-melawan
Cerita dari Spesies Terancam hingga Warga Melawan
service

Yuk, segera follow WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Permasalahan lingkungan di Indonesia kian kompleks. Kebijakan yang terus berubah dan beragam tantangan lapangan mempengaruhi lanskap alam hingga keanekaragaman hayati yang ada. Sayangnya, upaya pelestarian seringkali bertabrakan dengan kepentingan ekonomi dan politik. Keanekaragaman spesies, seperti ikan keli ako di Sumatera Selatan, babi kutil Bawean hingga kerbau di Kalimantan Selatan kian terancam akibat kerusakan dan eksploitasi sumber daya alam. Tak hanya sampai di situ, minimnya pengawasan terhadap sektor industri seperti pertambangan dan perkebunan kian memperparah. Apalagi kebijakan yang tidak cukup tegas untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Lima artikel ini akan mengulas beberapa kasus konkret yang terjadi di tingkat tapak. Upaya pelestarian ekosistem terus dilakukan, namun seringkali terhalang oleh ketimpangan kebijakan dan kurangnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. 1. Ada ikan penghuni akar pohon di Sungai Musi, apakah itu? Keli ako, spesies Clarias yang memiliki tubuh paling panjang di antara spesies Clarias lainnya. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Ikan ini mirip lele, berwarna cokelat gelap dengan warna kekuningan bagian bawah perut. Masyarakat Tempirai, Sumatera Selatan menyebutnya Keli Ako. Ikan ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem rawa. Ikan ini sangat senang berkumpul di bawah akar pohon seperti ketiau, meranti, bitis, mengkeris, rengas, paku, kecapi kre dan medangsang. Mereka bisa bertahan di lingkungan minim oksigen seperti rawa gambut. Sayangnya, ikan ini terancam habitatnya. Bagaimana nasib kelestariannya?   2. Babi kutil Bawean sering ‘bertamu’ ke ladang warga, bagaimana upaya konservasi yang tepat? Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) melakukan usaha konservasi ex…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.