Para pemuka adat Kesangajian Bicoli berkumpul untuk menghadiri pelantikan dan pengukuhan struktur Masyarakat Adat Sangaji Bicoli, Selasa (21/1/26). Dengan mengenakan pakaian adat yang menandakan jabatan dan peran masing-masing, mereka resmi dilantik sebagai bagian dari struktur adat Kesangajian Bicoli yang berada di bawah Kesultanan Tidore. Sultan Tidore, Husein Sjah memimpin langsung prosesi pelantikan untuk tiga struktur adat itu, yakni, Kapita, Bobato, dan Gimalaha. Ketiganya berada di bawah Sangaji Bicoli yang membawahi wilayah adat di Kecamatan Maba Selatan dan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur. Selain prosesi pengukuhan, ada juga sesi diskusi tentang masa depan masyarakat adat serta upaya menjaga sumber daya alam, baik yang ada di darat maupun laut. Kegiatan ini melibatkan masyarakat adat dari sembilan desa di Maba Selatan. Forum serupa pernah digelar pada 27–28 Desember 2024 di Balai Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah atas fasilitasi LSM lokal Fala Lamo yang tiga tahun terakhir mendampingi masyarakat memetakan potensi perikanan, kehutanan, serta sosial budaya di wilayah Maba Selatan dan sekitarnya. Pengukuhan para pemangku jabatan struktur masyarakat adat Kesangajian Bicoli oleh Sultan Tidore Husain Sjah. Foto: Mahmud Ichi/Mongabay Indonesia. Dalam kesempatan itu, Sultan Tidore Husein Sjah, didampingi Jojau Kesultanan Tidore Ishak Naser, berpesan agar para pemangku adat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Amanah yang diberikan tidak boleh dikhianati sebagai tugas dan tanggung jawab,” katanya. Dia mengatakan, masyarakat adat harus berani bersuara jika melihat eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan. “Kalau ada masalah terkait investasi dan perusakan alam, sampaikan juga ke media bahwa ada tambang yang merusak lingkungan. Sampaikan bahwa alam tidak…This article was originally published on Mongabay
Cerita Masyarakat Adat Bicoli, Penjaga Alam Halmahera Timur
Cerita Masyarakat Adat Bicoli, Penjaga Alam Halmahera Timur





Comments are closed.