Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ilmuwan Temukan Spesies yang Hilang Sejak Zaman Es di Pedalaman Hutan Papua

Ilmuwan Temukan Spesies yang Hilang Sejak Zaman Es di Pedalaman Hutan Papua

ilmuwan-temukan-spesies-yang-hilang-sejak-zaman-es-di-pedalaman-hutan-papua
Ilmuwan Temukan Spesies yang Hilang Sejak Zaman Es di Pedalaman Hutan Papua
service

Bentang alam hutan hujan tropis di Semenanjung Vogelkop (Kepala Burung), Papua Barat Daya, baru saja mengungkap rahasia besar yang tersimpan selama ribuan tahun. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Records of the Australian Museum berjudul Found alive after 6,000 years: modern records of an ‘extinct’ Papuan marsupial, Dactylonax kambuayai (Marsupialia: Petauridae) mengonfirmasi keberadaan dua spesies marsupial yang sebelumnya hanya dianggap sebagai catatan fosil. Temuan ini dikategorikan sebagai Lazarus taxon. Sebuah istilah yang merujuk pada spesies yang muncul kembali dalam keadaan hidup setelah sebelumnya hanya dikenal dari sisa-sisa material purba. Kedua hewan ini sempat diyakini telah punah sejak akhir Zaman Es, atau sekitar 6.000 tahun yang lalu, akibat perubahan iklim global yang drastis. Kusu Kerdil dengan Jari yang Luar Biasa Spesies pertama adalah kusu kerdil jari panjang atau pygmy long-fingered possum (Dactylonax kambuayai). Hewan mungil ini memiliki ukuran tubuh sekitar 17,6 sentimeter dengan ekor sepanjang 18 sentimeter. Secara visual, kepalanya memiliki corak garis hitam dan putih yang tegas, mirip dengan sugar glider. Kusu layang ekor cincin (Tous ayamaruensis) di habitatnya di Papua Barat Daya. Satwa ini merupakan bagian dari genus baru yang sempat dianggap punah selama 6.000 tahun sejak Zaman Es.| Foto: Museum Australia: Peter Schouten Keunikan utamanya terletak pada anatomi tangan. Jari keempat pada mamalia ini memiliki panjang dua kali lipat dibandingkan jari lainnya. Alat tubuh alami ini berfungsi secara mekanis untuk merogoh dan mengekstraksi larva kumbang penggerek kayu dari dalam batang pohon. Spesialisasi ini sangat langka dan mengingatkan para ahli pada cara primata Aye-aye di Madagaskar mencari makan.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.