Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Cerita Orang Muda di Bali Jaga Hutan dan Ekowisata Lokal

Cerita Orang Muda di Bali Jaga Hutan dan Ekowisata Lokal

cerita-orang-muda-di-bali-jaga-hutan-dan-ekowisata-lokal
Cerita Orang Muda di Bali Jaga Hutan dan Ekowisata Lokal
service

Di balik Hutan Mertajati, ada organisasi Baga Raksa Alas Mertajati (Brasti) yang menjaga kelestarian hutan dan memperjuangkan pengakuan hutan adat. Brasti beranggotakan orang muda dari empat desa (catur desa) yang menjadi wilayah Masyarakat Adat Dalem Tamblingan (MADT).  Sejak dulu, mereka sudah hidup bersama Danau Tamblingan dan Alas (hutan) Mertajati. Mereka menganggap hutan sebagai amanah leluhur dan danau Tamblingan menjadi kunci pengelolaan air di Kabupaten Tabanan.  Selama bertahun-tahun, mereka menjaga kelestarian hutan, keputusan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup pada 1996 mengubah Alas Mertajari menjadi Taman Wisata Alam, yang malahan membuka celah bagi ancaman hutan tersebut. Tak hanya itu, pada 2008, ada rencana pemekaran desa yang berpotensi mengaburkan nilai sejarah dan hak adat kawasan.  Menjawab tantangan tersebut, mereka membentuk Brasti yang terdiri dari perwakilan masing-masing desa. Brasti menyadari pentingnya hutan adat dan memperjuangkannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  “Hutan adalah sumber utama hidup kalian, tidak boleh diutak-atik, hanya boleh mengambil rembesannya saja,”  kata Ardana menirukan pesan leluhur.  Perjuangannya tentu tidak mudah. Sejak 2019 hingga saat ini, Brasti masih menunggu langkah Pemkab Buleleng yang masih belum membentuk tim verifikasi untuk menjadikannya hutan adat.  Dalam perjalanannya, Brasti menjawab persoalan ekonomi yang sering menjadi alasan warga untuk masuk dan mengambil hasil hutan. Brasti membentuk Baga Sri Sedana yang bertugas melakukan penguatan ekonomi di luar kawasan hutan dengan ekonomi konservasi, kreatif, dan pemanfaatan sumber daya lokal.  Salah satu strategi mereka adalah mengajak petani beralih untuk menanam tanaman keras yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga menguatkan bentang alam luar kawasan Alas Mertajati. Saat ini, kopi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.