Anda masih ingat Chiki? Setelah satu tahun menjalani rehabilitasi di Cikanangan Wildlife Center (CWC) di Cikananga, Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kucing kuwuk ini akhirnya kembali ke habitat alaminya. Pelepasan Prionailurus bengalensis yang sejak kecil kehilangan induk ini, menandai berakhirnya proses panjang pemulihan kesehatan dan pengembalian naluri liar Chiki, agar mampu hidup di hutan. Bagi Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT), pelepasliaran tak hanya membuka pintu kandang. Tahapan ini merupakan hasil evaluasi ketat terhadap kondisi fisik, perilaku, hingga kemampuan bertahan hidup tanpa bantuan manusia. Meidi Yanto, Manajer Konservasi In-Situ YKCT, mengatakan anak kucing yang ditemukan warga di sekitar lapangan golf di Bogor itu, menunjukkan perkembangan positif. Tubuhnya stabil dengan kemampuan bergerak dan memanjat yang baik. Berat badannya juga ideal, sebagai bekal menghadapi alam liar. Namun, aspek terpenting bukan hanya kondisi fisik, melainkan perilaku alami. “Chiki tetap menunjukkan sifat liar. Ia aktif pada peralihan siang dan malam, waspada lingkungan sekitar, serta tidak bergantung pada kehadiran manusia,” jelasnya, Sabtu (25/7/26). Ketika tiba di pusat konservasi seluas 14 hektar pada Juli 2025, Chiki masih anakan yang belum mampu bertahan hidup. Tim harus memastikan kebutuhan nutrisi dan kesehatannya terpenuhi, tanpa membuatnya bergantung pada manusia. Seiring waktu, perubahan perilakunya mulai terlihat, yaitu kemampuan hidup mandiri di habitat aslinya. Bagi Meidi, setiap pelepasliaran selalu menghadirkan perasaan yang sulit digambarkan. Ada rasa syukur, karena satwa yang sebelumnya membutuhkan pertolongan kini memperoleh kesempatan kedua hidup bebas. “Tujuan utama penyelamatan satwa bukan memelihara sepanjang hidup, melainkan mengembalikannya ke alam ketika mereka telah siap.” Chiki merupakan kucing hutan…This article was originally published on Mongabay
Tidak Lagi di Cikananga, Chiki Kini Hidup Bebas di Hutan
Tidak Lagi di Cikananga, Chiki Kini Hidup Bebas di Hutan





Comments are closed.