Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Lebah Memilih Sarang Segi Enam, Bukan Lingkaran atau Memanjang?

Mengapa Lebah Memilih Sarang Segi Enam, Bukan Lingkaran atau Memanjang?

mengapa-lebah-memilih-sarang-segi-enam,-bukan-lingkaran-atau-memanjang?
Mengapa Lebah Memilih Sarang Segi Enam, Bukan Lingkaran atau Memanjang?
service

Saat melihat sarang lebah madu, satu pola hampir selalu mencuri perhatian: deretan ruang kecil berbentuk segi enam atau heksagon. Sel-sel tersebut tersusun rapat, saling menopang, dan membentuk bangunan yang kuat. Kerapian itu membuat lebah dijuluki arsitek alam. Namun, apakah lebah benar-benar merancang bentuk heksagon menggunakan perhitungan matematika? Charles Darwin pernah menjelaskan bahwa bentuk sarang merupakan hasil seleksi alam. Koloni yang mampu membangun sarang kuat dengan lebih sedikit tenaga, sedikit limbah madu, dan penggunaan lilin paling hemat memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Bentuk heksagonal memungkinkan banyak sel disusun tanpa menyisakan ruang kosong di antaranya. Namun, sejumlah ilmuwan menawarkan penjelasan lain. Menurut penelitian BL Karihaloo, K. Zhang, dan J. Wang, lebah kemungkinan tidak langsung membangun sel berbentuk segi enam. Sel tersebut awalnya berbentuk silinder, lalu berubah menjadi heksagonal akibat sifat fisik lilin. Lebah pekerja menghasilkan panas yang membuat lilin meleleh pada suhu sekitar 45 derajat Celsius. Ketika lilin di persimpangan tiga sel melunak dan mengalir, dinding-dinding sel yang semula melingkar saling menekan dan membentuk sudut tajam. Proses serupa dapat dilihat pada kumpulan sedotan plastik yang dipanaskan hingga mendekati titik leleh. Bidang pertemuan antarlingkaran perlahan berubah menyerupai heksagon. Perubahan tersebut berlangsung cepat. Perhitungan menunjukkan bahwa bentuk lingkaran dapat berubah menjadi heksagonal dalam enam detik jika seluruh lilin dihangatkan, atau sekitar 36 detik jika hanya sebagian yang menerima panas. Meski begitu, fisika bukan satu-satunya penjelasan. Penelitian lain menunjukkan bahwa lebah mampu menyesuaikan rancangan sarangnya ketika menghadapi konstruksi yang tidak sempurna. Mereka dapat mengubah kemiringan, ukuran, dan jumlah dinding agar sel-sel baru tetap tersambung.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.