Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – Perdana Menteri China, Li Qiang berjanji akan lebih membuka ekonomi kepada perusahaan asing serta mengejar perdagangan yang lebih seimbang dengan mitra globalnya.
Menurut media pemerintah China dikutip dari Reuters, Li dalam Forum Pembangunan China mengatakan negaranya akan mengimpor lebih banyak barang berkualitas tinggi dan bekerja sama dengan semua pihak untuk mempromosikan pengembangan perdagangan yang optimal serta memperluas pangsa perdagangan global.
Diketahui, forum tahunan tersebut memungkinkan China untuk memaparkan visi ekonomi dan peluang investasinya kepada para pemimpin bisnis asing, pejabat, ekonom, dan akademisi.
Hal itu terjadi setelah China melaporkan surplus perdagangan sebesar USD1,2 triliun untuk tahun 2025, sebuah rekor baru yang dicatat oleh Negeri Tirai Bambu.
Meskipun pidato Li tidak secara langsung menyebutkan surplus tersebut, janji-janjinya menunjukkan kesadaran bahwa masalah ini dapat mengganggu hubungan internasional disaat China telah mencapai gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS)!terkait perdagangan.
Dalam pidato terpisah di forum tersebut, Gubernur Bank Sentral China, Pan Gongsheng, juga berupaya meredakan kekhawatiran seputar surplus perdagangan.
“Menganalisis ketidakseimbangan ekonomi global membutuhkan pengamatan tidak hanya pada perdagangan barang tetapi juga jasa, dan tidak hanya pada neraca transaksi berjalan tetapi juga neraca keuangan,” kata Pan.
Diketahui, China sedang berupaya membalikkan penurunan investasi asing langsung, yang turun 5,7 persen secara tahunan pada bulan Januari 2026 setelah sebelumnya juga membukukan penurunan 9,5 persen sepanjang tahun 2025.
Pada Desember 2025, China menambahkan 200 sektor ke dalam daftar yang berhak menerima insentif investasi asing, mulai dari pengurangan pajak hingga penggunaan lahan preferensial, dengan fokus pada manufaktur canggih, layanan modern, serta sektor hijau dan teknologi tinggi.
Li mengatakan bahwa perusahaan asing akan diperlakukan sama seperti perusahaan domestik, sehingga perusahaan dari semua negara dapat berkembang dengan percaya diri dan mewujudkan ambisi mereka di China. (*)





Comments are closed.