Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Danang Giri Sadewa Prediksi Indonesia 2045: Much Better daripada Sekarang, tapi…

Danang Giri Sadewa Prediksi Indonesia 2045: Much Better daripada Sekarang, tapi…

danang-giri-sadewa-prediksi-indonesia-2045:-much-better-daripada-sekarang,-tapi…
Danang Giri Sadewa Prediksi Indonesia 2045: Much Better daripada Sekarang, tapi…
service

6 Februari 2026 21.00 WIB • 2 menit

Danang Giri Sadewa Prediksi Indonesia 2045: Much Better daripada Sekarang, tapi…


Gelombang konten hiburan di dunia media sosial Indonesia terselip nama Danang Giri Sadewa yang muncul sebagai angin segar. Dikenal karena kemampuannya mengemas topik pendidikan nan berat menjadi diskusi santai bin jenaka, Danang telah bertransformasi dari seorang mahasiswa menjadi salah satu pemengaruh pendidikan (edu-influencer) di tanah air.

Sosok kreator konten asal Magelang, Jawa Tengah, yang dikenal dengan konten-kontennya seputar kehidupan mahasiswa. Pemuda lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyajikan konten bermanfaat untuk mahasiswa atau calon mahasiswa baru mulai dari bahasan mengenai biaya hidup di Yogya, tips masuk PTN, hingga memilih jurusan yang diminati.

Danang menempuh pendidikan sarjana di Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK), Fisipol UGM. Ketertarikannya pada dunia sinematografi sejak kecil membuatnya mulai mendokumentasikan kehidupan kampusnya melalui YouTube pada 2017.

Berbeda dengan kreator lain yang fokus pada sisi akademis yang kaku, Danang mengambil celah “Trivial Education”. Ia membahas hal-hal yang dianggap sepele tapi sangat dibutuhkan salah satunya mengenai tradisi ospek yang biasa terjadi di kampus-kampus Indonesia.

Ospek

Tradisi ospek di lingkungan perguruan tinggi kerap terjadi secara turun-temurun. Kegiatan yang seharusnya untuk orientasi pengenalan kampus ini sayangnya sering dibayang-bayangi sisi negatif yang menghantui para mahasiswa baru.

Danang Giri pun merasakan itu semasa menjadi mahasiswa baru di UGM pada 2017. Sadar akan adanya ospek, ia pun mencoba mendokumentasikan apa yang benar-benar terjadi dalam kegiatan tersebut. Dari inisiatif menyoroti tema sensitif itulah kemudian ia mengawali jalannya menjadi kreator konten edukasi.

“Aku dulu tuh mikirnya ospek ini di pikiranku juga sebagai mahasiwa baru di UGM ospek pasti kekerasan. Akhirnya aku nge-vlog dengan gaya-gayaan zaman itu, kamera segede gaban gitu. Ternyata kok yang aku harapkan ini kekerasannya enggak ada. At least aku punya bukti kalau ada kekerasan aku punya bukti ternyata, oh seru-seruan aja,” ucap Danang kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Dari konten ospek itu permintaan mengulik dunia kampus berdatangan dari penontonnya. Danang lantas semakin terpacu untuk membuat konten lain yang umumnya menyasar anak-anak SMA yang tertarik melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Yogyakarta.

“Sebenarnya aku enggak punya tim kreatif. Tim kreatifku adalah orang-orang yang komen. Akhirnya dari buy request gitu. Kalau di ekonomi itu ada supply demand, berarti ada demand tuh, ada permintaan di situ. Ya udah, kita supply aja. Ketemu di titik ekuilibrium itu,” kata pemilik akun Instagram @thesadewa itu lagi.

Indonesia 2045 Much Better

Dalam perbincangan bersama GNFI, Danang turut menyinggung prediksinya tentang Indonesia 2045. Menurutnya, akan ada sejumlah hal baik pada tahun emas tersebut meskipun bakal muncul pula keapatisan terhadap perpolitikkan, sehingga orang-orang tidak tahu kehadiran negara bagi rakyatnya sendiri.

“Kalau bisa bilang 2045 dengan 2025 sekarang seperti apa 20 tahun lagi ya itu much better daripada sekarang. Tapi mungkin kehadiran negara tidak sekrusial itu karena enggak tahu banyak hal. Banyak hal, cryptocurrency, tatanan dunia, elite global, tapi yang jelas kehadiran negara itu mungkin enggak akan dilihat seberpengaruh itu,” ucap Danang.

Bagi Danang, kesadaran masyarakat bahwa negara harus hadir pada tahun tersebut kemungkinan akan baru terasa ketika isu-isu soal perekonomian timbul ke permukaan. Kebijakan dari pemerintah terkait ekonomi diyakininya bakal memicu kesadaran itu di tengah keapatisan yang menjangkiti banyak orang.

“Contoh kita ngomongin salah satu data yang terpercaya yang menjadi rujukan. Ekonomi Indonesia naik sekian persen, tapi kadang orang mikirnya realitanya malah enggak (percaya), ngapusi, itu bohong. Jadi orang akan merasakan apa yang ada di realitas kehidupan sebenarnya daripada hal-hal kayak gitu,” katanya lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.