Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Dugaan Korupsi Tanah Griya Dalem Kanjengan, Kejari Tulungagung Geledah Kantor BPKAD dan Disbudpar

Dugaan Korupsi Tanah Griya Dalem Kanjengan, Kejari Tulungagung Geledah Kantor BPKAD dan Disbudpar

dugaan-korupsi-tanah-griya-dalem-kanjengan,-kejari-tulungagung-geledah-kantor-bpkad-dan-disbudpar
Dugaan Korupsi Tanah Griya Dalem Kanjengan, Kejari Tulungagung Geledah Kantor BPKAD dan Disbudpar
service

Tulungagung (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Tulungagung melakukan penggeledahan di kantor BPKAD dan Disbudpar Tulungagung. Penggeledahan ini dilakukan berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Griya Dalem Kanjengan Tulungagung. Griya Dalem Kanjengan merupakan tempat penyimpanan pusaka Tombak Kyai Upas, yang dibeli Pemkab Tulungagung pada tahun 2022 lalu.

Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Roni mengatakan penyelidikan kasus dugaan korupsi berawal dari laporan masyarakat. Dimana sejak pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan Tulungagung hingga saat ini belum terbit surat hak pakai.

“Kasus ini berawal dari laporan masyarakat berkaitan dengan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan di Disbudpar Tulungagung tahun 2022,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan Tulungagung menelan anggaran Rp10 miliar. Disisi lain, terdapat biaya notaris sebesar Rp125 juta dan apprasial senilai Rp57 juta.

“Kami menemukan harga pengadaan tanah yang mahal. Dan sampai sekarang belum terbit surat hak pakai. Ini menjadi pertanyaan kami,” terangnya.

Proses penyelidikan dilakukan sejak Mei 2026. Total ada 30 saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik Kejari Tulungagung. Adapun saksi berasal dari para pejabat yang berkaitan tentang pengadaan tanah hingga pemilik tanah sebelumnya.

“Saksi yang kami periksa ada pejabat yang berwenang dalam proses pengadaan, pemilik lama dan kemungkinan bupati yang menjabat saat itu,” jelasnya.

Disisi lain penyidik Kejari Tulungagung juga melakukan penggeledahan di kantor BPKAD dan Disbudpar Tulungagung. Penggeledahan dilakukan secara bersamaan dengan menerjunkan dua tim. Sejumlah barang bukti berupa dokumen penganggaran dan pengadaan disita.

“Kami sudah mendapat beberapa dokumen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pertanggung jawaban pengadaan tanah Griyo Dalem Kanjengan Tulungagung,” paparnya.

Kejari Tulungagung segera meminta pendapat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara.

“Harapan kami kasus ini bisa cepat selesai. Sehingga kami bisa menjawab kebenaran,” pungkasnya. [nm/but]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.