Pari gergaji (Sawfishes), famili Pristidae merupakan pari yang menyerupai hiu dan memiliki moncong panjang berbentuk gergaji. Dua sirip punggung besar membuatnya sering dianggap hiu dan disebut “hiu gergaji” oleh masyarakat. Moncong panjang berbentuk gergaji adalah hasil evolusi panjang untuk mendeteksi mangsa, terutama saat ikan ini berada di perairan keruh. Pari gergaji mulai mengalami kepunahan bertahap secara global, termasuk di perairan Indonesia. Nusantara dengan kekayaan ekosistemnya merupakan habitat yang sesuai untuk pari gergaji, sekaligus pemilik jenis yang tinggi di masa silam. Tercatat, Indonesia memiliki empat dari lima spesies pari gergaji di dunia. Jenis tersebut adalah pari gergaji gigi besar (Largetooth Sawfish; Pristis pristis), pari kerdil (Dwarf Sawfish; Pristis clavata), pari gergaji hijau (Green Sawfish; Pristis zisjron), dan pari gergaji pendek (Narrow sawfish; Anoxypristis clavata). Pari gergaji ini tertangkap nelayan di Tebing Tinggi Barat, Riau, Jumat (19/1/2018) lalu. Foto: Dok. BPSPL Padang Cerita pari gergaji saat ini hanya banyak didengar dari para tetua masyarakat dan nelayan berpengalaman. Informasi dari sejumlah nelayan mengatakan, pari gergaji sering terlihat pada 1990-an. Artinya, hampir 30 tahun pari ini mengalami penurunan populasi di perairan Indonesia. Harapan muncul dari Semenanjung Malaka, ketika pari gergaji gigi besar ditemukan di Provinsi Riau tahun 2018. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis yang disebut “hiu parang” oleh masyarakat Semenanjung Malaka, bukan legenda. Semenanjung Malaka menjadi lokasi kunci untuk menguak fakta menarik, juga menelisik relasi manusia dengan pari gergaji sebelumnya. Berdasarkan keterangan nelayan di sejumlah desa di Riau dan Kepulauan Riau, pari ini pernah menjadi makhluk yang ditakuti. Pari gergaji sering berkamuflase di dasar…This article was originally published on Mongabay
Opini: Nasib Pari Gergaji di Hari Bumi
Opini: Nasib Pari Gergaji di Hari Bumi





Comments are closed.