Tue,9 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Fajar: Kekalahan di Istora jadi penampilan terburuk bersama Fikri

Fajar: Kekalahan di Istora jadi penampilan terburuk bersama Fikri

fajar:-kekalahan-di-istora-jadi-penampilan-terburuk-bersama-fikri
Fajar: Kekalahan di Istora jadi penampilan terburuk bersama Fikri
service

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian menyebut kekalahan dari pasangan China Chen Bo Yang/Liu Yi pada babak pertama BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 sebagai penampilan terburuk sejak dirinya berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri.

Fajar/Fikri langsung terhenti pada babak pertama setelah takluk dua gim langsung 13-21, 14-21 dari Chen Bo Yang/Liu Yi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

“Mohon maaf kami belum bisa maju ke babak berikutnya. Hari ini mungkin bisa dibilang penampilan paling buruk sejak saya pasangan sama Fikri,” kata Fajar usai pertandingan.

Fajar mengakui Chen/Liu tampil lebih siap dan mampu meredam pola serangan mereka. Menurut dia, pasangan China itu memiliki pertahanan rapat serta transisi balik menyerang yang membuat Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan permainan.

“Lawan bermain sangat siap, sangat baik. Mereka bermain defense, balik serang. Mereka mempunyai defense yang sangat rapat dan serangan kami juga tidak bisa menembus mereka,” ujar Fajar.

Kondisi itu membuat Fajar/Fikri berusaha mempercepat penyelesaian reli. Namun, upaya tersebut justru menjadi bumerang karena mereka banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Kami ingin cepat-cepat mematikan, malah jadi bumerang buat kami sendiri. Banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Fajar.

Fajar mengungkapkan kekalahan tersebut bukan semata karena faktor tampil dalam dua turnamen beruntun setelah sebelumnya mencapai final Super 750 Singapore Open 2026. Menurut dia, bermain secara beruntun sudah menjadi bagian dari tantangan pemain profesional.

“Kalau efek back to back turnamen itu sudah biasa, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak,” ujar Fajar.

Baca juga: Fajar/Fikri tumbang di babak pertama Indonesia Open 2026

Ia mengatakan tim pelatih sebenarnya sudah memberikan beberapa opsi perubahan strategi saat pertandingan berjalan. Fajar/Fikri juga sempat mencoba bermain lebih bertahan untuk keluar dari tekanan lawan.

Namun, strategi tersebut tidak berjalan maksimal karena bukan pola utama permainan mereka.

Sementara Chen/Liu tetap mampu menjaga tekanan dan tampil solid sepanjang pertandingan.

“Dari pelatih tadi banyak beberapa opsi untuk mengubah strategi. Kami juga sudah mencoba bertahan dulu, tapi memang itu bukan strategi kami bermain. Kami sudah mencoba, tetapi serangan lawan juga bagus,” ujar Fajar.

Fikri juga mengakui bahwa dirinya dan Fajar sudah berusaha mencari jalan keluar sejak awal pertandingan. Akan tetapi, solidnya permainan Chen/Liu membuat mereka sulit keluar dari tekanan.

“Usaha pasti ada, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, defense mereka sangat kuat,” kata Fikri.

Fikri menambahkan, kurangnya kesabaran menjadi salah satu faktor yang membuat mereka banyak kehilangan poin penting.

“Jadinya kami berdua banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang sabar,” ujar Fikri.

Kekalahan ini membuat Fajar/Fikri gagal melanjutkan tren positif setelah menjadi runner-up Singapore Open 2026 pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Tiwi/Fadia jaga asa naik kelas setelah kembali tumbangkan Lee/Baek

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.