Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gamis dan Sorban KH Achmad Ma’shoem Cerminkan Kesederhanaan Ulama Lasem

Gamis dan Sorban KH Achmad Ma’shoem Cerminkan Kesederhanaan Ulama Lasem

gamis-dan-sorban-kh-achmad-ma’shoem-cerminkan-kesederhanaan-ulama-lasem
Gamis dan Sorban KH Achmad Ma’shoem Cerminkan Kesederhanaan Ulama Lasem
service

Rembang, NU Online

Gamis dan sorban milik ulama kharismatik Lasem, KH Achmad Ma’shoem, kini resmi menjadi koleksi Museum Masjid Jami’ Lasem. Kedua benda bersejarah itu diserahkan oleh cucunya, KH Zaim Achmad Ma’shoem atau Gus Zaim, untuk disimpan dan dirawat sebagai bagian dari khazanah edukasi Islam.

Penyerahan dilakukan pada 2025. Selama ini, gamis dan sorban tersebut disimpan oleh keluarga. Gus Zaim kemudian meminta salah satu santri mengantarkannya ke Masjid Jami’ Lasem agar menjadi koleksi museum. Langkah itu menjadi upaya awal pelestarian benda yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat Lasem.

Pengelola Perpustakaan dan Museum Nusantara Masjid Jami’ Lasem, Abdullah, menjelaskan bahwa koleksi tersebut memiliki nilai edukatif tinggi. Meski sebelumnya disimpan sebagai benda sakral keluarga, pengelolaannya kini dipercayakan kepada pihak museum.

“Karena barang tersebut dijadikan koleksi museum, saya melapor kepada takmir masjid untuk mengonfirmasi keberadaan kedua benda berharga itu,” ujar Abdullah saat ditemui di ruang perpustakaan Masjid Jami’ Lasem, Senin (23/2/2026).

Ia menuturkan, selama beberapa bulan gamis dan sorban itu hanya disimpan di dalam lemari sembari menunggu penataan yang lebih representatif. Abdullah merasa perlu menghadirkan ruang penyimpanan yang layak agar koleksi tersebut tidak sekadar tersimpan, tetapi juga menjadi media syiar dan pembelajaran.

Atas persetujuan Gus Zaim, ia kemudian membeli lemari klasik khusus untuk menyimpan gamis dan sorban tersebut. Lemari itu dipilih dengan mempertimbangkan kualitas material serta nilai artistik yang sesuai bagi benda bersejarah. Pada bagian luar lemari juga dicantumkan keterangan layaknya busana kehormatan.

Secara fisik, gamis berwarna krem dan sorban putih itu mencerminkan kesederhanaan KH Achmad Ma’shoem. Tidak tampak ornamen mewah pada bahan maupun desainnya. Kesahajaan terlihat dari model, kancing, kerah, hingga detail kantong pakaian.

Busana tersebut juga memiliki kekhasan tersendiri sebagai bagian dari karya fesyen lokal Lasem, berbeda dari model busana Arab maupun Jawa pada umumnya. Detail kerah dan potongan menjadi bagian menarik untuk dikaji dari sisi sejarah busana santri pesisir.

Abdullah mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah gamis itu digunakan sehari-hari atau hanya untuk ibadah. Namun ia meyakini pakaian tersebut menyimpan pesan keteladanan dari sosok ulama pendiri cabang NU Lasem pada 1926 sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al Hidayat pada 1916.

“Dari sana, Mbah Ma’shoem memberi keteladanan bukan hanya lewat tindakan, tetapi juga melalui kesederhanaan dalam berpakaian,” ujarnya.

Sejak dipamerkan, sejumlah pengunjung sempat meminta izin untuk mengenakan gamis dan sorban tersebut. Namun permintaan itu tidak diperkenankan demi menjaga orisinalitas dan kondisi kain yang telah berusia puluhan tahun.

Keberadaan koleksi pribadi KH Ma’shoem di Museum Masjid Jami’ Lasem diharapkan memperkaya khazanah sejarah Islam Nusantara. Melalui benda tersebut, masyarakat tidak hanya mengenal sosok ulama besar Lasem, tetapi juga dapat menelusuri karakter dan kesahajaan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.