Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Gandeng Influencer, Komdigi Cari Jalan Tengah Tertibkan Iklan Rokok Tanpa Matikan Kreativitas

Gandeng Influencer, Komdigi Cari Jalan Tengah Tertibkan Iklan Rokok Tanpa Matikan Kreativitas

gandeng-influencer,-komdigi-cari-jalan-tengah-tertibkan-iklan-rokok-tanpa-matikan-kreativitas
Gandeng Influencer, Komdigi Cari Jalan Tengah Tertibkan Iklan Rokok Tanpa Matikan Kreativitas
service

30 Januari 2026 13.04 WIB • 2 menit

Gandeng Influencer, Komdigi Cari Jalan Tengah Tertibkan Iklan Rokok Tanpa Matikan Kreativitas


Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia memperhatikan serius pengaruh iklan rokok yang masih bermunculan di media sosial. Mereka menyatakan hal tersebut jadi perhatian serius karena media sosial bisa diakses oleh segala kalangan termasuk anak-anak di bawah umur.

Yosie Sesbania Gewap, Kepala Bidang Pengaduan Konten Internet Ilegal, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan pihaknya sangat mendukung penertiban iklan rokok di ruang digital. Apalagi dengan banyaknya aduan-aduan banyaknya iklan rokok di media sosial.

“Jadi pada dasarnya kami, sangat mendukung atas kebijakan ini. Karena kan sudah ada PP ini juga gitu. Jadi mungkin sudah disiapkan itu ya PP turunannya gitu,” ucapnya saat acara di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Selasa (27/1).

Tetapi dirinya menyadari bahwa iklan rokok media sosial dengan konvensional sangat berbeda. Karena itu Komdigi tidak bisa serta merta melakukan pembatasan atas konten tersebut.

Apalagi bila industri rokok telah melibatkan para influencer untuk mengkampanyekan rokok. Sehingga Komdigi perlu mempertimbangkan bila ingin menindak iklan rokok tersebut.

“Dan iklan itu saat ini kan sudah menggunakan influencer-influencer. Jadi pasti ketika nanti ini diimplementasikan, yang kita hadapi itu bukan cuma masyarakat, tapi juga ada influencer yang memiliki influence yang sangat tinggi,” jelasnya.

Timbulkan resistensi

Yosie menyadari pembatasan iklan rokok di media sosial akan menimbulkan resistensi dari pemilik konten. Sehingga bisa memberikan dampak buruk bagi kampanye anti rokok.

Pihak Komdigi memperhitungkan dampak yang bisa didapatkan kepada influncer itu bila konten mereka harus di take down. Karena itu, dirinya berharap bisa melakukan pendekatan secara personal kepada influncer itu.

“Kita tujuannya baik untuk mensosialisasikan agar tidak merokok. Tapi karena kita menutup secara paksa. Bisnis mereka kan jadi terhampat gitu,” ucapnya.

“Ini mungkin harus diperhitungkan juga gitu. Apakah ada perdekatan lain dengan influencer ini, agar mereka dengan sadarnya, melakukan penurunan itu sendiri, atau melakukan sensorsi sendiri gitu.” Lanjutnya.

Bekerja sama dengan influencer

Dia menyatakan pihak Komdigi mempunyai cara untuk mengajak influncer untuk terlibat dalam kampanye-kampanye anti rokok. Dirinya juga berharap keterlibatan banyak pihak agar narasi tentang anti rokok ini bisa terus menggema di sosial media.

Dia berharap beban mengenai kampanye anti rokok di media sosial tidak hanya diberikan kepada Kementerian Kesehatan dan Komdigi. Tetapi setiap lembaga perlu terlibat dalam kampanye tersebut.

“Mungkin di sini ada banyak asosiasi untuk juga ikut bekerja sama, melakukan sosialisasi. Jadi bebannya tidak hanya di Kemenkes atau tidak hanya di Komdigi, tapi ini melakukan sosialisasi bersama-sama.” ucapnya.

Dirinya juga berharap bisa berkoordinasi dengan pihak media sosial supaya bisa mengembalikan fitur pelaporan bila ada konten rokok di dalamnya. Fitur ini, jelasnya dahulu ada tetapi kemudian dihilangkan oleh pihak sosial media.

“Tapi kalau seadanya itu munculkan kembali, saya rasa itu memberikan pengurangan beban juga kepada Komdigi.”

“Ini juga mungkin memang harus komunikasi sama pemilik platform digital. Yang anehnya di negara lain, mereka punya menu itu.”

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.