Arina.id—Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali menggelar Nikah Fest 2026 sebagai bagian dari rangkaian Damai Muharram 1448 H. Selain memfasilitasi akad nikah secara gratis, program ini juga memberikan kemudahan bagi pasangan pengantin baru untuk mengakses program rumah murah dari pemerintah.
Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafii, mengatakan peserta Nikah Fest tidak hanya memperoleh layanan akad nikah tanpa biaya administrasi, tetapi juga berbagai fasilitas lainnya, seperti bantuan transportasi, dukungan modal usaha, hingga pendampingan untuk memperoleh kredit rumah bersubsidi.
Para pasangan akan didampingi agar dapat memperoleh KPR rumah murah dengan cicilan sekitar Rp500 ribu per bulan.
“Jadi rumah murah yang dicanangkan Presiden melalui Kementerian Perumahan, mereka mendapatkan fasilitas untuk mudah mengakses dan dibantu bagaimana cara mendapatkan kredit rumah murah,” ujar Romo Syafii dalam konferensi pers Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo di Smesco Exhibition Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6).
Besaran bantuan disesuaikan dengan proposal yang diajukan masing-masing pasangan, dengan nilai mulai sekitar Rp5 juta.
“Tergantung proposal mereka, sekitar Rp5 juta. Masing-masing ada proposal, tapi tidak ada yang di bawah Rp5 juta, Rp5 juta ke atas,” ucapnya.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah agar pasangan yang baru menikah memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat sejak awal membangun rumah tangga.
Romo mengajak berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap penguatan institusi keluarga untuk berkolaborasi dengan Kemenag sehingga penyelenggaraan Nikah Fest dapat dilakukan secara rutin.
“Saya kira ini luar biasa. Mungkin nikah selanjutnya semua kementerian yang terkait dengan keutuhan keluarga untuk memajukan keluarga bisa berkolaborasi,” ajaknya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Prof Abu Rokhmad, menjelaskan Nikah Fest merupakan bagian dari rangkaian Damai Muharram 1448 H yang bertujuan mendorong masyarakat yang telah siap secara lahir dan batin untuk tidak menunda pernikahan.
“Nikah selalu mendatangkan berkah bagi siapa pun yang melaksanakannya,” ujarnya.
Selain prosesi akad nikah, Kemenag juga menggelar Islamic Wedding Expo yang menghadirkan berbagai pelaku industri pernikahan, mulai dari wedding organizer, penyedia busana pengantin, hingga program rumah murah pemerintah. Kegiatan ini diadakan selama dua hari pada tanggal 26-27 Juni 2026.
“Kami berharap pelaku industri perkawinan juga mendapatkan berkah dari pelaksanaan akad nikah ini,” harapnya.
Pada Nikah Fest 2026, tercatat sebanyak 50 pasangan mengikuti program nikah massal. Sebanyak 31 pasangan melangsungkan akad nikah di Smesco Exhibition Hall, sedangkan 19 pasangan lainnya melaksanakan akad di Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing.
“Semata-mata karena teknis karena lokasi yang kurang besar. Mudah-mudahan ke depan bisa menjangkau lebih banyak lagi dengan ruangan yang besar,” jelasnya.




Comments are closed.