Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Haru! Perjuangan Dokter di NTT Lakukan Operasi Caesar usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat

Haru! Perjuangan Dokter di NTT Lakukan Operasi Caesar usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat

haru!-perjuangan-dokter-di-ntt-lakukan-operasi-caesar-usai-gempa,-bayi-prematur-1,5-kg-lahir-selamat
Haru! Perjuangan Dokter di NTT Lakukan Operasi Caesar usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat
service

Jakarta

Ada kisah mengharukan datang dari bencana gempa di NTT beberapa waktu lalu, Bunda. Bayi prematur di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan bobot tubuh 1,5 kilogram berhasil lahir dengan selamat melalui operasi caesar darurat.

Meski fasilitas kesehatan terbatas karena mengalami kerusakan parah akibat gempa, dokter bedah setempat berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut.

dr Restu, adalah dokter yang bertugas menangani persalinan tersebut. Kejadian itu, menurutnya, terjadi tak lama setelah gempa, pada 15 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kunjungannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan dr Restu.

dr Restu bercerita bagaimana akses menuju fasilitas kesehatan rujukan terputus imbas kerusakan jalan dan jembatan. Kondisi tersebut itu jelas membuat tim medis harus mengambil keputusan cepat demi menyelamatkan ibu dan bayinya.

“Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak,” beber dr Restu, dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Kamis (20/6/2026).

Operasi akhirnya dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan. Tindakan tersebut dilakukan dengan keterbatasan fasilitas dan peralatan medis akibat kondisi pasca gempa.

Keputusan cepat tim medis membuahkan hasil. Bayi prematur dengan berat 1,5 kg berhasil lahir dengan selamat. Saat ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi.

Menkes mengatakan penyelamatan pasien menjadi prioritas utama dalam kondisi tanggap darurat. Perbaikan fasilitas kesehatan baru dilakukan setelah kebutuhan pasien dipastikan tertangani.

“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” beber Budi saat berkunjung di Nagekeo.

70 Orang Meninggal, 43 Ribu Warga Mengungsi

Berdasarkan Laporan Situasi (Situation Report) Kementerian Kesehatan, gempa yang mengguncang NTT menyebabkan 70 orang meninggal dunia dan 43.391 warga mengungsi.

Di Kabupaten Nagekeo, sebanyak 170.669 jiwa terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, delapan orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 29 orang mengalami luka ringan.

Gempa juga berdampak pada pelayanan kesehatan. Dua rumah sakit utama, yakni RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, tidak dapat beroperasi secara normal. Selain itu, tiga bangunan puskesmas mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tersebut, Kemenkes menetapkan tiga prioritas penanganan. Pertama, mempercepat identifikasi dan pelayanan pasien melalui sistem triase dalam 3-5 hari ke depan.

Pasien kritis akan langsung dirujuk ke rumah sakit, sementara pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas maupun tenda darurat.

Prioritas kedua adalah memperbaiki fasilitas kesehatan yang rusak. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun renovasi fasilitas tersebut dapat rampung dalam waktu 8-12 bulan.

Sedangkan prioritas ketiga adalah penanganan trauma psikologis warga. Ketakutan terhadap gempa susulan menjadi salah satu perhatian pemerintah setelah bencana.

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.