Jakarta, Arina.id—Kelompok Houthi di Yaman melayangkan ancaman serius untuk menyerang berbagai target vital di Arab Saudi, termasuk infrastruktur penerbangan. Ancaman Houthi muncul menyusul ketegangan terbaru yang melibatkan penerbangan pesawat sipil Iran menuju Sanaa, ibu kota Yaman.
Juru bicara koalisi, Turki al-Malki mengatakan bahwa ancaman Houthi terhadap kerajaan hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran berat mereka terhadap rakyat Yaman.
Al-Malki menegaskan Arab Saudi bersama koalisi dan mitra internasional selama ini terus berupaya mengurangi penderitaan rakyat Yaman serta mendorong penyelesaian konflik melalui peta jalan perdamaian. Ia menyebut pemerintah Yaman telah menerima peta jalan tersebut, namun ditolak oleh Houthi.
Ia juga menuding Houthi terus memperburuk situasi dengan menyerang jalur pelayaran dan perdagangan internasional di Laut Merah bagian selatan serta Selat Bab al-Mandab.
“Koalisi akan menanggapi dengan tekad dan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap setiap upaya yang menargetkan Kerajaan, warga negara dan penduduknya, aset nasional, maupun setiap pelanggaran terhadap kedaulatan Republik Yaman, sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional,” kata Al-Malki, dikutip dari Anadolu, Sabtu (4/7/2026)
Sebelumnya, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree mengklaim pasukan Houthi menggunakan rudal pertahanan udara untuk memaksa pesawat tempur Saudi menghentikan upaya mencegat pesawat sipil Iran yang hendak mendarat di Bandara Internasional Sanaa pada Jumat (3/7/2026).
Menurut Saree, pesawat tersebut membawa lebih dari 200 penumpang, termasuk warga yang terlantar, korban luka, dan pasien yang membutuhkan perawatan.
Penerbangan itu merupakan penerbangan Iran pertama yang dikonfirmasi secara terbuka menuju Bandara Internasional Sanaa dalam hampir satu dekade. Hingga Sabtu, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait penerbangan tersebut.
Sementara itu, Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman menggelar rapat darurat pada Jumat dan menyebut penerbangan Iran ke Sanaa sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman serta bentuk penentangan secara terang-terangan terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.
“Dewan juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak hanya mengeluarkan kecaman, tetapi segera mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap Iran,” tandasnya.




Comments are closed.