Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ikan Kaca: Ikan Aneh dari Papua yang Jantan Mengerami Telur di Kepalanya

Ikan Kaca: Ikan Aneh dari Papua yang Jantan Mengerami Telur di Kepalanya

ikan-kaca:-ikan-aneh-dari-papua-yang-jantan-mengerami-telur-di-kepalanya
Ikan Kaca: Ikan Aneh dari Papua yang Jantan Mengerami Telur di Kepalanya
service

Di sungai-sungai berair gelap dan rawa bakau di selatan Papua, hidup seekor ikan yang sulit dijelaskan dengan singkat. Tubuhnya pipih dan tinggi seperti belah ketupat memanjang, sisi kanan dan kirinya berkilau perak seperti kaca. Tapi yang paling aneh bukan penampilannya, melainkan caranya bereproduksi: sang jantan mengerami telur-telurnya di atas kepalanya sendiri, pada sebuah tonjolan tulang berbentuk kail yang melengkung di dahi. Karena perilaku itulah ia mendapat dua nama sekaligus: ikan kaca, karena kilaunya, dan ikan perawat, karena kesetiaan sang jantan menjaga telur hingga menetas. Nama ilmiahnya Kurtus gulliveri castelnau, dideskripsikan pertama kali pada 1878 berdasarkan spesimen yang dikumpulkan Thomas Allen Gulliver, pegawai pos dan telegraf Australia yang tinggal di dekat Sungai Norman, Teluk Carpentaria. Nama itu sekaligus menjadi petunjuk tentang sejarah biogeografis ikan ini: ia tidak hanya hidup di Papua, tapi juga di Australia bagian utara, khususnya di Sungai Adelaide, Northern Territory. Kesamaan fauna antara Papua dan Australia bukan kebetulan. Hari Suroto, peneliti arkeologi BRIN, menjelaskan bahwa sekitar 17.000 tahun lalu, ketika permukaan laut jauh lebih rendah dari sekarang, Australia dan Papua menyatu dalam satu daratan yang disebut Sahulland. Fauna dari kedua wilayah bergerak bebas melintasi daratan yang kini sudah tenggelam. Ikan kaca adalah salah satu warisan hidup dari masa itu, spesies yang masih mendiami kedua sisi dari bekas benua yang sama. Di Papua, ikan ini tersebar luas di Sungai Digul, Sungai Maro, Sungai Mappi, dan berbagai sungai serta rawa di Kabupaten Boven Digoel, Merauke, Mappi, Asmat, hingga Fakfak. Penelitian di Sungai Digoel dan muara Sungai Maro menunjukkan kelimpahan yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.