Fri,28 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Indonesia Punya 13 Jenis Kuda Laut, 8 Di Antaranya Bernilai Ekonomi Tinggi

Indonesia Punya 13 Jenis Kuda Laut, 8 Di Antaranya Bernilai Ekonomi Tinggi

indonesia-punya-13-jenis-kuda-laut,-8-di-antaranya-bernilai-ekonomi-tinggi
Indonesia Punya 13 Jenis Kuda Laut, 8 Di Antaranya Bernilai Ekonomi Tinggi
service

Indonesia menjadi salah satu negara dengan keragaman kuda laut yang tinggi. Dari 46 jenis kuda laut yang telah diketahui secara global, sebanyak 13 jenis ditemukan di perairan Indonesia. Delapan di antaranya menjadi perhatian dalam kegiatan identifikasi karena memiliki nilai ekonomi dan diperdagangkan, sementara lima jenis lainnya termasuk kelompok pygmy seahorse atau kuda laut berukuran kecil.

Delapan spesies tersebut yakni Hippocampus kuda, Hippocampus kelloggi, Hippocampus trimaculatus, Hippocampus mohnikei, Hippocampus barbaouri, Hippocampus comes, Hippocampus spinosissimus, dan Hippocampus histrix.

Informasi mengenai jenis dan jumlah kuda laut menjadi penting karena sebagian besar tangkapan di Indonesia masih berasal dari hasil tangkapan sampingan atau bycatch. Pendataan yang lebih baik diperlukan untuk mengetahui kondisi dan potensi sumber daya tersebut secara lebih akurat.

Mengenali Kuda Laut dari Bentuk Tubuh

Project Assistant Project Seahorse, Muthya Farah, menjelaskan identifikasi kuda laut dapat dilakukan dengan mengamati sejumlah ciri morfologi. Beberapa bagian yang diperhatikan antara lain bentuk tubuh, tulang hidung, tulang pipi, mahkota, serta pola tertentu pada tubuh.

“Langkah awal identifikasi dapat dilakukan dengan melihat apakah tubuh kuda laut memiliki duri atau justru halus. Selanjutnya, identifikasi dilanjutkan dengan mengamati bagian-bagian tubuh tertentu, seperti tulang pipi dan tulang hidung,” jelas Muthya dalam Lokakarya Teknik Identifikasi, Pengukuran, dan Monitoring Kuda Laut yang digelar Pusat Riset Sistem Biota BRIN bersama Project Seahorse University of British Columbia di Jakarta, Rabu (26/8).

Pada kuda laut bertubuh halus, tulang pipi menjadi salah satu penanda penting. Bentuknya dapat tunggal, ganda, atau memiliki karakteristik tertentu. Sementara pada kelompok kuda laut berduri, tulang hidung di pangkal moncong dapat membantu membedakan spesies.

Hippocampus kuda memiliki mahkota rendah hingga sedang yang mengarah ke belakang, dengan tubuh relatif lebar dan panjang maksimum sekitar 17 sentimeter. Hippocampus kelloggi memiliki tubuh lebih ramping, ruas badan tebal, dan dapat mencapai panjang sekitar 28 sentimeter.

Pada Hippocampus trimaculatus, jantan memiliki tiga titik hitam pada bagian punggung. Tulang mata dan tulang pipinya juga memiliki bentuk melengkung menyerupai kail. Sementara Hippocampus mohnikei berukuran lebih kecil, dengan panjang maksimum sekitar 8 sentimeter, moncong sangat pendek, dan ekor relatif panjang.

Spesies lain juga memiliki penanda khusus. Hippocampus barbaouri memiliki pola belang pada moncong, sedangkan Hippocampus comes memiliki belang pada ekor. Hippocampus spinosissimus dapat dikenali dari tulang hidung yang rendah atau tidak ada. Adapun Hippocampus histrix memiliki duri tubuh yang tajam dengan ujung duri punggung berwarna hitam.

“Ciri khusus dapat membantu mempercepat proses, tetapi tahapan identifikasi tetap perlu dilakukan untuk memastikan jenis spesies secara tepat,” ujar Muthya.

Nilai Ekonomi Tinggi, Data Masih Terbatas

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Reny Puspasari, mengatakan kuda laut memiliki perbedaan harga yang besar antara tingkat nelayan dan pasar internasional.

“Di tingkat nelayan harganya terbilang sangat rendah, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 per ekor. Namun, begitu masuk ke rantai pasar ekspor internasional, harganya bisa melonjak hingga berpuluh-puluh kali lipat,” kata Reny.

Meski bernilai ekonomi tinggi, kuda laut belum tercatat secara khusus dalam statistik perikanan nasional. BRIN mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah mulai memasukkan kuda laut dalam pendataan perikanan.

“Kuda laut ini belum masuk ke dalam sistem data perikanan nasional. Oleh karena itu, kita mengajak rekan-rekan di KKP dan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mulai melakukan pengumpulan data agar tahu persis potensi sesungguhnya yang kita miliki,” ujar Reny.

Pendataan juga perlu mencakup lokasi penangkapan, ukuran, jumlah tangkapan, hingga upaya penangkapan atau Catch per Unit Effort (CPUE). Data tersebut dapat dikumpulkan melalui kegiatan pemantauan rutin sehingga tidak harus menambah beban operasional secara signifikan.

Reny juga menekankan penerapan etika ilmiah dan prinsip free, prior, and informed consent (FPIC) dalam pengumpulan data bersama nelayan.

“Pendataan yang memenuhi standar ilmiah dan etika internasional menjadi syarat mutlak agar data populasi kita diakui di forum diplomasi internasional seperti CITES,” tegasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.