Sun,19 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Indonesia Ternyata “Menyelamatkan” Karier Michael Learns to Rock

Indonesia Ternyata “Menyelamatkan” Karier Michael Learns to Rock

indonesia-ternyata-“menyelamatkan”-karier-michael-learns-to-rock
Indonesia Ternyata “Menyelamatkan” Karier Michael Learns to Rock
service

MLTR Prambanan Jazz Festival 2026


Grup musik legendaris asal Denmark, Michael Learns to Rock (MLTR), sukses membangkitkan nostalgia ribuan penonton dalam penampilannya di Prambanan Jazz Festival 2026. Pertunjukan tersebut digelar di Pelataran Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat malam, 3 Juli 2026. 

Tampil di Rukun Stage, band yang menjadi ikon musik pop era 1990-an itu membawakan deretan lagu hit yang mengajak para penggemarnya mengenang masa-masa remaja. 

Energi penonton langsung menyala saat MLTR membuka penampilan mereka dengan lagu Someday, disusul kehangatan lagu Sleeping Child sebelum sang vokalis, Jascha Richter, menyapa ribuan penggemar yang memadati area panggung.

Indonesia “Menyelamatkan” MLTR

Bagi Michael Learns to Rock, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah panjang mereka. Negara ini mempunyai ikatan historis yang kuat dengan awal mula kesuksesan band di tingkat global. 

Jascha Richter mengungkapkan pengakuan jujur mengenai peran krusial pendengar Indonesia bagi eksistensi band ini di industri musik internasional. Richter menceritakan bahwa pada awal pembentukan band, mereka menghadapi tantangan besar ketika perusahaan rekaman di Amerika Serikat yang sedianya merilis karya mereka justru mengalami kebangkrutan.

“Karena kami tidak pernah mengatakan hal ini di tempat lain. Kami selalu mengatakannya di Indonesia. Ya. Anda tahu, ketika kami memulai band ini, kami memiliki kontrak rekaman Amerika di sini. Dan mereka ingin merilis lagu berjudul The Actor di Amerika, tetapi beberapa minggu sebelum mereka melakukannya, perusahaan ini bangkrut. Namun kemudian kalian di sini di Indonesia mulai memutar The Actor di radio. Ya. Dan lagu ini langsung menjadi sangat terkenal di seluruh Asia dalam waktu yang sangat singkat, dan ini sebenarnya yang memulai karier kami di Michael Learns to Rock. Terima kasih kepada kalian di sini dari Indonesia,” kata Richter.

Kecintaan publik Indonesia yang memutar lagu The Actor di berbagai stasiun radio lokal pada masa itu menjadi motor penggerak utama yang melambungkan nama mereka ke seluruh Asia. Kesuksesan tak terduga ini mengajarkan para personel band bahwa dinamika kehidupan dan karier tidak pernah dapat diprediksi sebelumnya. Menghargai perjalanan tersebut, Richter kemudian melanjutkan narasi panggungnya dengan memperkenalkan lagu berikutnya.

“Jadi, lagu berikutnya adalah tentang hal ini. Anda tidak dapat memprediksi hidup Anda. Anda tidak dapat memprediksi karier Anda. Lagu ini berjudul someday it’s gonna make sense,” pungkasnya. 

Eksplorasi Pop Klasik di Ruang Budaya Kontemporer

Sepanjang malam, penonton larut bernyanyi bersama saat MLTR membawakan lagu-lagu populer seperti I Still Carry On, Blue Night, It’s Gonna Make Sense, I’m Gonna Be Around, dan Nothing to Lose. Euforia semakin memuncak ketika nomor-nomor legendaris seperti Love Will Never Lie, You Took My Heart Away, Wild Women, dan Take Me to Your Heart berkumandang. Pertunjukan ditutup secara megah melalui lagu That’s Why You Go Away, memicu koor massal yang bergema di sekitar struktur candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.

Prambanan Jazz Festival 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2026, dengan mengusung tema “Celebrate The Joy”. Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, festival ini kembali menghadirkan perpaduan musik, seni, dan budaya di kawasan Candi Prambanan. 

Acara ini sekaligus menjadi ruang pertemuan lintas generasi melalui penampilan musisi nasional serta internasional. Pada edisi kali ini, pihak penyelenggara, Rajawali Indonesia, menerapkan proses kurasi penampil yang lebih ketat.

Dipandu oleh musisi Shadu Rasjidi, festival tahun ini sengaja dirancang untuk lebih menonjolkan genre musik jazz. Komposisi penampil bergenre jazz pada tahun 2026 ini diklaim mencapai sekitar 63 persen, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran MLTR sebagai representasi musik pop klasik memberikan warna universal yang menyatukan ribuan pasang mata dalam perayaan kegembiraan yang melintasi batas generasi dan waktu.

Baca juga Sukses di Coachella, Ini Jadwal The Rose di Prambanan Jazz 2026!

Baca juga Prambanan Jazz 2026: Xdinary Heroes Siap Guncang Yogyakarta di Tengah Kemegahan Candi

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.