Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Peran Pekerja Kesehatan dan Gerakan Perempuan dalam Mencegah HIV/AIDS

Peran Pekerja Kesehatan dan Gerakan Perempuan dalam Mencegah HIV/AIDS

peran-pekerja-kesehatan-dan-gerakan-perempuan-dalam-mencegah-hiv/aids
Peran Pekerja Kesehatan dan Gerakan Perempuan dalam Mencegah HIV/AIDS
service

Mubadalah.id – Sebagai pekerja kesehatan, Anda harus memerangi semua sikap negatif masyarakat terhadap penderita AIDS.

Mulailah dengan mengajak sesama pekerja kesehatan di daerah Anda untuk berdiskusi tentang seluk-beluk HIV/AIDS. Bagikan informasi yang Anda miliki atau undang narasumber dari luar agar setiap pekerja kesehatan dapat menyebarkan informasi yang tepat dan seragam di berbagai tempat sehingga masyarakat tidak bingung.

Lawanlah semua sikap dan kepercayaan yang keliru dalam masyarakat, khususnya sikap negatif terhadap penderita AIDS.

Simpati dan kasih sayang dari pekerja kesehatan juga dapat membantu mengubah sikap masyarakat yang keliru terhadap penderita AIDS. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat bekerja sama untuk menangkal HIV/AIDS.

Ajarkan cara merawat penderita AIDS di rumah kepada keluarga pasien dan selalu siap membantu mereka apabila menghadapi masalah.

Bila pasien dan keluarga yang merawatnya telah memahami AIDS dengan benar, mereka dapat meringankan tugas Anda dalam menyebarluaskan pengetahuan tersebut.

Gerakan ini dilakukan setelah kaum perempuan mengetahui bahwa seorang laki-laki setempat terinfeksi virus HIV dan, dalam kondisi tersebut, laki-laki itu berhubungan seks dengan sedikitnya dua orang perempuan.

Akibatnya, kedua perempuan tersebut tertular dan berpotensi menularkan virus kepada orang lain. Sementara itu, laki-laki yang semula menularkan virus kepada mereka juga masih dapat menularkannya kepada perempuan-perempuan lain yang mau berhubungan seks dengannya.

Melihat kondisi tersebut, kaum perempuan Palestina melancarkan aksi mogok. Mereka menolak berhubungan seks dengan suami atau pacar masing-masing. Mereka bersedia melakukannya apabila suami atau pacar mereka mau menjalani tes HIV dan setelah itu mempraktikkan hubungan seks yang aman.

Kini, hubungan seks tidak akan dilakukan oleh perempuan setempat, bahkan dengan suami sendiri. Apabila tidak ada bukti bahwa laki-laki tersebut telah menjalani tes dan negatif atau tidak terinfeksi HIV.

Seorang perempuan Palestina berkata, “Kalau dia tidak mau berhubungan seks memakai kondom dan melakukan cara yang aman, saya tidak akan mau bersamanya lagi.” []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.