Jakarta, Arina.id—Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati resmi memulai babak baru dalam karir internasionalnya. Per 12 Januari 2026, ia ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (dewan pengurus) Gates Foundation, yayasan filantropi global milik Bill Gates.
Sri Mulyani menyebut amanah tersebut sebagai suatu kehormatan, terutama karena datang pada momentum krusial bagi Gates Foundation.
“Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar-besarnya bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation pada momen penuh tantangan sekaligus peluang ini,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers Gates Foundation dikutip Arina.id, Rabu (14/1/2026).
Gates Foundation menilai Sri Mulyani sebagai ekonom dengan reputasi global. Selain menjadi perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia dan salah satu yang terlama, ia juga memiliki rekam jejak internasional sebagai Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia.
CEO Gates Foundation Mark Suzman menilai pengalaman Sri Mulyani di bidang ekonomi, keuangan publik, dan pembangunan menjadi aset penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memastikan penggunaan sumber daya yayasan berjalan efektif.
Perannya mencakup pemberian panduan kebijakan berbasis bukti, penguatan tata kelola, dan memastikan alokasi dana filantropi selaras dengan tujuan jangka panjang yayasan, terutama di bidang kesehatan global, pengentasan penyakit menular, dan pengurangan kemiskinan.
“Sri Mulyani membawa pengalaman yang sangat mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang lebih adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini,” ujarnya.
Gates Foundation merupakan yayasan swasta didirikan Bill Gates dan mantan istrinya Melinda. Yayasan ini didirikan sebagai penggabungan dua inisiatif amal yang sebelumnya dijalankan oleh Bill Gates dan Melinda French Gates.
Lahir dari kepedulian terhadap tingginya angka kematian anak akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, Gates Foundation berfokus pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat global, terutama di negara berkembang.
Berbasis di Seattle, Washington, AS, Gates Foundation dilaporkan sebagai yayasan amal terkaya ketiga di dunia, dengan aset mencapai USD 77,2 miliar per 31 Desember 2024.
Gates Foundation juga berupaya memperluas kesempatan pendidikan dan akses ke teknologi informasi di Amerika Serikat. Komitmen jangka panjang yayasan ini mencakup berbagai inisiatif besar yang berdampak positif bagi jutaan jiwa di seluruh dunia.
Salah satu program yang paling mereka dorong dalam gerakan filantropis ini adalah mengatasi kekurangan gizi kepada anak dan mencapai pendidikan yang merata.
Merujuk laman partnership mereka, program mereka berhasil karena mereka bisa mengurangi kurang lebih 50 persen kematian anak dari 1990-2017.
Hal ini mereka capai melalui bantuan inovasi vaksin dan peningkatan akses ke kesehatan, air bersih, dan sanitas. Mereka juga mengklaim bahwa pada tahun 2020, mereka bisa membantu hampir 85 persen bayi dari negara tertinggal untuk menerima imunisasi vaksin rutin.
Berbeda dari lembaga donasi pada umumnya, Gates Foundation tidak menerima sumbangan langsung dari publik. Lembaga ini bekerja melalui sistem hibah dan investasi kepada organisasi serta proyek yang dinilai selaras dengan prioritas strategisnya. Untuk penggalangan dana publik, Gates Foundation mengarahkan masyarakat ke Gates Philanthropy Partners, sebuah badan amal yang menyalurkan dana sesuai dengan tujuan yayasan.
Target 20 Tahun Mendatang
Bill Gates sebagai Kepala Gates Foundation menyebutkan bahwa ia sudah mendukung target baru dari yayasannya ini. Hingga 31 Desember 2045, ia akan memberikan banyak bantuan, kurang lebih hampir USD 200 miliar untuk menyelamatkan dan meningkatkan kehidupan di seluruh dunia.
Setelah itu, ia akan menutup yayasannya ini dan tidak ada lagi bantuan dana lagi secara permanen dari mereka. Jumlah uang itu merupakan seluruh kekayaan dia yang akan dia sumbangkan perlahan melalui yayasan pribadinya, termasuk dana abadi dan kontribusi dia.
Penutupan yayasan yang ditargetkannya selama 20 tahun ini berbarengan dengan usia Gates Foundation yang sudah 100 tahun.
Sedangkan perusahaannya, Microsoft, akan berusia 50 tahun. Ia juga sudah meramalkan usianya pada tahun 2045 dan merupakan waktu yang tepat untuk menyumbangkan semua harta miliknya.





Comments are closed.