Thu,9 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Kabur 3 Bulan ke Malang, Otak Komplotan Maling Sapi Bangkalan Akhirnya Tertangkap

Kabur 3 Bulan ke Malang, Otak Komplotan Maling Sapi Bangkalan Akhirnya Tertangkap

kabur-3-bulan-ke-malang,-otak-komplotan-maling-sapi-bangkalan-akhirnya-tertangkap
Kabur 3 Bulan ke Malang, Otak Komplotan Maling Sapi Bangkalan Akhirnya Tertangkap
service

Bangkalan (beritajatim.com) – Pelarian MS (58), buronan kasus pencurian sapi yang menjadi target Satreskrim Polres Bangkalan sejak April 2026, akhirnya berakhir.

Pria asal Desa Pakong, Kecamatan Modung, itu dibekuk polisi di Kota Malang setelah sempat berpindah tempat untuk menghindari kejaran petugas.

MS diduga merupakan otak di balik komplotan spesialis pencurian hewan ternak yang selama ini meresahkan para peternak di Kabupaten Bangkalan. Selain menyusun rencana, ia juga disebut ikut terjun langsung saat menjalankan aksi pencurian.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan warga Kecamatan Kwanyar yang kehilangan seekor sapi pada 15 April 2026. Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai bagian dari jaringan pencuri ternak.

Petugas lebih dulu menangkap tiga anggota komplotan, yakni BS (39) asal Kecamatan Modung, JH (56) warga Kecamatan Tanah Merah, dan SM (35) asal Kecamatan Kwanyar. Dari pemeriksaan ketiganya, polisi memperoleh petunjuk keberadaan MS yang diketahui melarikan diri ke Kota Malang.

“Pelaku kabur ke Malang dan kami langsung amankan dari sana,” ujar Eriek, Kamis (09/07/2026).

Menurut Eriek, MS memiliki peran penting dalam komplotan tersebut. Selain ikut mencuri sapi milik korban, ia diduga menjadi pengendali aksi yang menentukan sasaran hingga mengatur jalannya pencurian.

“Selain sebagai pemetik, pelaku ini diduga sebagai otaknya juga,” katanya.

Penyidik menduga jaringan tersebut telah berkali-kali beraksi di sejumlah wilayah Bangkalan. Dugaan itu masih didalami dengan mengembangkan hasil pemeriksaan para tersangka untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

Polres Bangkalan juga memastikan penyelidikan belum berhenti. Satu orang pelaku lainnya hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan terus diburu.

“Masih ada satu DPO lagi yang masih dalam pengejaran,” pungkas Eriek. [sar/but]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.