Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kandang Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Mila Arlinda Bangun ‘Rumah Nyaman’ untuk Kambing agar Produksi Maksimal

Kandang Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Mila Arlinda Bangun ‘Rumah Nyaman’ untuk Kambing agar Produksi Maksimal

kandang-bukan-sekadar-tempat-tinggal,-mila-arlinda-bangun-‘rumah-nyaman’-untuk-kambing-agar-produksi-maksimal
Kandang Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Mila Arlinda Bangun ‘Rumah Nyaman’ untuk Kambing agar Produksi Maksimal
service

Jakarta, Arina.id Bagi kebanyakan peternak, kandang hanyalah tempat memelihara hewan ternak mereka. Namun bagi Mila Arlinda, peternak muda sekaligus pemilik usaha Kerabat Ternak di Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, kandang adalah faktor penting yang menentukan kesehatan, kebahagiaan, hingga produktivitas kambing.

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengembangkan usaha peternakan yang tidak hanya berfokus pada penjualan kambing kurban. Ia membangun ekosistem bisnis yang mencakup pembibitan, kambing perah, layanan akikah, hingga penjualan berbagai sarana produksi peternakan.

Untuk menopang kebutuhan pakan, Kerabat Ternak mengelola lahan hijauan makanan ternak (HMT) seluas sekitar 1,5 hektare. Lahan tersebut menjadi sumber utama pakan hijauan bagi ratusan ternak yang dipelihara.

Meski memiliki lahan pakan sendiri, Mila tidak hanya mengandalkan rumput. Ia memanfaatkan berbagai bahan tambahan yang mudah diperoleh di sekitar Tuban, seperti ampas tahu dari pabrik tahu setempat dan kangkung kering.

“Hijauan saja tidak cukup. Tetap harus ada pakan penguat untuk memaksimalkan produksi,” ujarnya dalam tayangan Sususn Strategi.diakses Senin (8/6/2026).

Menurut Mila, kunci utama keberhasilan peternakan kambing sebenarnya sederhana: pakan yang tepat, lingkungan yang bersih, dan ternak yang merasa nyaman.

Karena itu, ia membedakan formulasi pakan berdasarkan tujuan pemeliharaan. Kambing perah mendapatkan pakan berbeda dengan kambing pembibitan maupun kambing penggemukan.

“Kalau kambing perah kan diambil susunya. Kebutuhan nutrisinya tentu berbeda dengan kambing pembibitan atau penggemukan,” jelasnya.

Prinsip kenyamanan ternak itu pula yang melatarbelakangi pembangunan kandang Kerabat Ternak yang terlihat rapi dan estetik. Bagi Mila, desain kandang yang baik bukan untuk menunjukkan kemewahan, melainkan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan hewan.

“Kalau kita saja nyaman berada di kandang, apalagi ternaknya. Kalau ternak nyaman, dia bahagia, produksinya maksimal, dan akhirnya membawa rezeki juga bagi peternak,” katanya.

Ia mengakui penyakit ringan seperti pilek, diare, dan gangguan mata masih kerap muncul, terutama saat terjadi pergantian musim. Namun berbagai masalah kesehatan tersebut dapat ditekan melalui pengelolaan kandang yang baik.

Salah satu hal yang paling diperhatikan adalah kebersihan. Di Kerabat Ternak, kandang tidak hanya disapu, tetapi juga dipel secara rutin. Bahkan kandang kambing kontes dibersihkan lebih intensif dibandingkan kandang lainnya.

Kambing kontes dimandikan setiap tiga hari sekali, sementara kambing perah dan pembibitan dimandikan sekitar seminggu sekali. Proses mandi pun dilakukan di luar kandang agar tubuh kambing dapat benar-benar kering sebelum kembali ke dalam.

Menurut Mila, kelembapan merupakan musuh utama kesehatan ternak. Kambing yang masuk kandang dalam kondisi masih basah rentan terserang jamur, kutu, gatal, hingga gudik yang penyebarannya sangat cepat.

“Kalau satu terkena gudik atau kutu, penyebarannya bisa cepat ke kambing lain,” ujarnya.

Setelah dimandikan, kambing dijemur terlebih dahulu di bawah sinar matahari. Saat cuaca mendung, peternak menggunakan blower untuk memastikan tubuh ternak benar-benar kering.

Perhatian terhadap detail juga terlihat pada pemilihan material kandang. Mila lebih memilih kayu dibandingkan besi. Selain lebih ekonomis, kayu dinilai lebih tahan terhadap paparan urin ternak yang bersifat korosif.

“Kalau besi terus-menerus terkena urin kambing atau sapi, cepat berkarat. Kalau dihitung jangka panjang justru lebih boros,” katanya.

Tak hanya itu, setiap bagian kandang menggunakan jenis kayu yang berbeda sesuai fungsinya. Dinding kandang banyak menggunakan kayu jati dan kayu Kalimantan. Sementara bagian lantai pijakan atau geladak dibuat dari kayu waru.

Pemilihan kayu waru bukan tanpa alasan. Warna kayu yang cenderung putih membuat bulu kambing tetap bersih dan tidak mudah terkena noda.

“Kalau kayu tertentu bisa meninggalkan bercak pada bulu kambing. Untuk ternak kontes, hal-hal seperti ini sangat diperhatikan,” jelas Mila.

Bahkan setelah kandang dipel, kayu harus dipastikan benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Untuk mempercepat proses pengeringan, pekerja menggunakan alat pembakar khusus sehingga kelembapan kayu dapat diminimalkan.

Bagi Mila, peternakan modern bukan hanya soal menambah jumlah ternak atau memperbesar kandang. Justru perhatian terhadap hal-hal kecil, mulai dari formulasi pakan, kebersihan lingkungan, hingga jenis kayu yang digunakan, menjadi faktor penting yang menentukan kualitas ternak dan keberlanjutan usaha.

“Semua ada alasannya. Bukan sekadar supaya terlihat bagus, tetapi supaya kambing sehat, nyaman, dan produktif,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.