Brebes, Arina.id — Pusat Dakwah Aswaja Kanzul Ilmi Center (Pusda-KIC) Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, membagikan 1.330 paket beras dan 50 sarung kepada santri serta jamaah pengajian pada penutupan rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H, Minggu (15/3/2026).
Pembagian bantuan tersebut dilakukan usai pengajian rutin Ahad pagi yang dihadiri ribuan jamaah dari wilayah Brebes selatan. Paket beras diberikan kepada santri dan jamaah pengajian, sementara 50 sarung disalurkan khusus kepada jamaah sepuh.
“Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan Pusda-KIC yang telah memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan. Seluruh bantuan berasal dari kas lembaga serta sedekah para pengurus dan jamaah,” kata pendiri dan pengasuh KIC, KH Ahmad Najid Afandi (Gus Najib)..
Majelis Kanzul Ilmi dikenal sebagai salah satu pusat pengajian terbesar di Brebes selatan. Majelis ini dirintis dan diasuh oleh Gus Najib, seorang santri alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang juga pernah menempuh pendidikan di Irak dan Maroko.
“Sejak pagi hingga siang hari, aula Kanzul Ilmi dipadati ribuan santri dan jamaah yang mengikuti pengajian sekaligus rangkaian penutupan kegiatan Ramadhan,” tuturnya..
Gus Najib menceritakan, selain pengajian Ahad pagi, selama Ramadhan majelis ini juga menggelar program Ngarit (Ngaji Ngabuburit) setiap sore. Dalam kegiatan tersebut, para jamaah mempelajari Kitab Irsyadul Ibad yang dipimpin langsung oleh Gus Najib selaku direktur dan pengasuh majelis Kanzul Ilmi.
Program Ngarit telah berjalan sekitar dua tahun dan jumlah jamaahnya terus bertambah.
Kanzul Ilmi juga mengadakan program buka puasa bersama gratis setiap hari selama Ramadhan. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama para santri dan jamaah pengajian.
Ketua panitia kegiatan, H Mahdori, menyebut program tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial yang lahir dari kebersamaan jamaah.
“Program ini kami sebut sebagai makan bergizi gratis ala Kanzul Ilmi,” ujar Mahdori.
Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut merupakan wujud pengamalan ilmu yang diajarkan di majelis pengajian.
Menurutnya, Kanzul Ilmi tidak hanya menyampaikan ajaran secara teoritis, tetapi juga berupaya menghadirkan praktik nyata di tengah masyarakat.
“Majelis ini tidak pernah berorientasi menumpuk kekayaan kas, tetapi berusaha menyejahterakan santri dan jamaah pengajian,” katanya.





Comments are closed.