Sumenep (beritajatim.com) – Kapolresta Sumenep, Komisaris Besar Polisi Ariek Indra Sentanu ‘mewanti-wanti’ jajarannya untuk tidak ‘alergi’ pada wartawan.
“Para wartawan ini mitra kita. Kita ini harus bersinergi dengan wartawan. Jadi para Kasat, Kabag, Kapolsek, tidak boleh alergi pada wartawan,” katanya, Jumat (24/07/2026).
Kapolresta pada Jumat siang bersilaturahmi ke Sekretariat PWI Sumenep, Jl. Dr Cipto 37 Sumenep. Silaturahmi tersebut dimaksudkan untuk mempererat sinergitas antara kepolisian dan jurnalis.
“Sebagai orang baru disini, saya harus kulonuwun. Termasuk ke teman-teman media. Karena ke depannya kita ini harus sering berkomunikasi. Kalau kemarin-kemarin ada miskomunikasi, sekarang mari kita perbaiki. Saya ini efektif bertugas disini baru sejak Senin kemarin,” ujar Ariek.
Ia juga menyampaikan terobosan terbarunya di Sumenep, yakni ‘Halo Kapolresta’. Melalui nomor HP 08176767110, masyarakat Sumenep bisa menyampaikan apabila ada informasi-informasi maupun kejadian-kejadian.
“Misalnya ada pencurian disini, ada kebakaran disini, ada anggota saya yang nakal, melakukan pemerasan, silahkan sampaikan. HP ‘Halo Kapolresta itu saya pegang sendiri, tanpa operator. Jadi nanti saya yang langsung membalas pesan yang masuk” ungkapnya.
Sementara Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid mengapresiasi kunjungan Kapolresta ke PWI. Ia menyatakan bahwa pada prinsipnya, wartawan yang tergabung dalam PWI siap untuk bersinergi dengan Polresta Sumenep.
“Pak Kapolresta ini merupakan Kapolresta pertama sejak status Polres naik tingkat menjadi Polresta. Jadi pasti jejaknya akan selalu diingat, oleh masyarakat Sumenep, termasuk juga kami para wartawan Sumenep. Kami siap untuk menjalin kemitraan dengan Polresta,” tuturnya.
Warid menerangkan, seluruh wartawan anggota PWI Sumenep telah lulus uji kompetensi wartawan yang diselenggarakan Dewan Pers.
“Jadi kami sudah mengantongi sertifikat kompeten dari Dewan Pers, mulai tingkat muda, madya, hingga utama. Itu artinya, dalam menjalankan tugas sebagai wartawan, kami profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” pungkasnya. (tem/ted)





Comments are closed.