Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Kasus Ayah Keisha Tewas Dikeroyok, KemenPPPA Minta Polisi Bertindak Tegas

Kasus Ayah Keisha Tewas Dikeroyok, KemenPPPA Minta Polisi Bertindak Tegas

kasus-ayah-keisha-tewas-dikeroyok,-kemenpppa-minta-polisi-bertindak-tegas
Kasus Ayah Keisha Tewas Dikeroyok, KemenPPPA Minta Polisi Bertindak Tegas
service

Pasuruan (beritajatim.com) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang ayah di Provinsi Bali. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi sasaran aksi main hakim sendiri saat berjuang mengusahakan biaya pendidikan bagi putrinya, Keisha (10), yang duduk di kelas IV sekolah dasar.

Kabar duka yang menyita perhatian publik tersebut direspons langsung oleh jajaran pimpinan KemenPPPA saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Jawa Timur. Penegakan hukum yang adil dan tegas didesak segera dilakukan oleh aparat kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan maut tersebut.

“Siapa pun tidak boleh main hakim sendiri karena negara kita adalah negara hukum. Kami mendorong aparat menegakkan hukum sesuai regulasi yang berlaku,” kata Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Ngopibareng Pintulangit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026).

Selain mengawal ketat jalannya proses hukum, KemenPPPA juga memastikan penanganan dampak trauma terhadap keluarga yang ditinggalkan korban. Keisha beserta ibu dan kakaknya membutuhkan perhatian khusus pascaperistiwa tragis yang merenggut nyawa kepala keluarga mereka.

“Pendampingan akan terus dilakukan, bukan hanya kepada Keisha, tetapi juga kepada ibu dan kakaknya karena trauma yang dialami cukup mendalam. Tim dari Dinas PPPA tingkat provinsi bersama pemerintah daerah telah melakukan penjangkauan awal dan memberikan pendampingan psikologis,” lanjutnya.

Proses pendampingan psikologis tersebut dipastikan akan berjalan secara berkesinambungan dan intensif oleh tim ahli di lapangan. Langkah pemulihan emosional ini dinilai sangat penting agar kesehatan mental Keisha dan keluarganya dapat berangsur pulih pascainsiden kekerasan tersebut.

“KemenPPPA memastikan pendampingan psikologis dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi keluarga korban berangsur pulih. Ini menjadi peringatan bagi semua agar jangan main hakim sendiri karena negara kita adalah negara hukum,” pungkasnya.

Pemerintah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyerahkan penanganan setiap pelanggaran hukum kepada aparat yang berwenang tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. Melalui pendampingan menyeluruh dari KemenPPPA, keadilan bagi almarhum serta perlindungan bagi masa depan Keisha diharapkan dapat terpenuhi secara maksimal. (ada/kun)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.