Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kedatangan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Yogyakarta pada 1960, Terima Gelar Dr. H.C. dari UGM

Kedatangan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Yogyakarta pada 1960, Terima Gelar Dr. H.C. dari UGM

kedatangan-raja-thailand-bhumibol-adulyadej-di-yogyakarta-pada-1960,-terima-gelar-dr-hc.-dari-ugm
Kedatangan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Yogyakarta pada 1960, Terima Gelar Dr. H.C. dari UGM
service

19 Februari 2026 08.00 WIB • 2 menit

Kedatangan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Yogyakarta pada 1960, Terima Gelar Dr. H.C. dari UGM


Bhumibol Adulyadej merupakan Raja Thailand yang berkuasa sejak 1946 hingga 2016. Tahukah Kawan, pada 1960 silam pemimpin yang bergelar Rama IX ini ternyata pernah berkunjung ke Indonesia dalam kunjungan resmi kenegaraan.

Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang turut disambangi oleh Raja Thailand dengan masa pemerintahan terpanjang tersebut. Dalam kunjungannya ini, Bhumibol Adulyadej diketahui juga mendapatkan gelar Dr. Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada dan diserahkan langsung oleh Prof. Sardjito yang menjabat sebagai rektor pada waktu itu.

Bagaimana momen kedatangan Bhumibol Adulyadej di Yogyakarta hingga mendapatkan gelar Dr. H.C. dari UGM pada waktu itu? Simak ulasan terkait momen ini dalam artikel berikut.

Sambutan Hangat dari Masyarakat Yogyakarta untuk Raja Thailand Bhumibol Adulyadej

Dinukil dari artikel “Radja dan Ratu Muangthai Disambut Hangat oleh Masjarakat Jogjakarta” dalam surat kabar Nasional edisi 13 Februari 1960, rombongan Bhumibol Adulyadej tiba di Yogyakarta pada Jumat, 12 Februari 1960. Rombongan Raja dan Ratu Thailand ini mendarat di Bandara Adisutjipto dengan menggunakan pesawat kepresidenan Dolok Martimbang dari Bandung.

Kedatangan rombongan dari Raja Thailand ini disambut oleh beberapa petinggi negara dan daerah pada waktu itu. Beberapa tokoh yang turut hadir untuk menyambut kedatangan Bhumibol Adulyadej di antaranya Prof. Prijono, Iskandar, Sultan Hamengkubuwana IX, hingga Prof. Sardjito.

Selepas sambutan seremoni di Bandara Adisutjipto, rombongan ini kemudian bergerak menuju Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara. Berbagai ornamen dari kedua negara terlihat di sepanjang jalan yang dilewati oleh rombongan ini.

Tidak hanya itu, masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen, seperti pelajar, mahasiswa, pegawai, dan lainnya juga terlihat berjejer di sepanjang jalan. Masyarakat yang menyambut kedatangan rombongan Bhumibol Adulyadej ini memegang bendera kedua negara di sepanjang jalan yang dilewati.

Sambutan ini memberikan kesan hangat dari masyarakat Yogyakarta atas kedatangan rombongan Raja Thailand tersebut.

Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada

Pada kunjungannya ini, Bhumibol Adulyadej diketahui juga menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada. Dinukil dari artikel “Sri Baginda Radja Muang Thai Dapat Gelar Doktor H.C. dari Universitas Gadjah Mada” dalam surat kabar Nasional edisi 13 Februari 1960, pemberian gelar Dr. H.C. ini dilakukan pada hari yang sama saat kedatangan raja yang bergelar Rama IX tersebut.

Upacara pemberian gelar Dr. Honoris Causa dilaksanakan di Aula UGM Yogyakarta. Upacara ini juga dipimpin oleh Prof. Sardjito yang menjadi Rektor UGM pada waktu itu.

Pemberian gelar ini sendiri didasari atas jasa Bhumibol Adulyadej, khususnya dalam hal kebudayaan. Dalam pidatonya, Prof. Sardjito menyampaikan rasa kagum terhadap Thailand di tengah hubungan dengan negara-negara lain.

Dalam hal kebudayaan, pangeran-pangeran Thailand diketahui sudah dikirim ke Eropa untuk menempuh pendidikan sejak abad ke-17. meskipun demikian, tradisi serta budaya di Thailand tetap terjaga dari pengaruh barat.

Bhumibol Adulyadej menunjukkan hal ini lewat agama dan tradisi yang tetap dia pegang erat selama masa pemerintahannya. Kontribusi inilah yang menjadi dasar pemberian gelar Dr. Honoris Causa untuk Rama IX tersebut.

Selain menerima Dr. H.C. dari UGM, Bhumibol Adulyadej diketahui juga memberikan penghargaan bintang kehormatan pada Sultan Hamengkubuwana IX dalam kunjungannya ke Yogyakarta pada waktu itu.

Bertolak ke Magelang dan Bali

Kunjungan Bhumibol Adulyadej di Yogyakarta pada 1960 tidak berlangsung dalam waktu lama. Keesokan paginya, 13 Februari 1960 rombongan Raja Thailand ini bertolak menuju Magelang untuk berkunjung ke Candi Mendut, Candi Borobudur, dan destinasi lainnya.

Setelah itu, rombongan meneruskan perjalanan menuju bandara dan bertolak ke Bali dalam lanjutan kunjungan kenegaraan tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.