Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Kemerdekaan di ruang digital

Kemerdekaan di ruang digital

kemerdekaan-di-ruang-digital
Kemerdekaan di ruang digital
service

Kemerdekaan adalah ketika seorang anak dapat tumbuh tanpa terus-menerus menjadi sasaran eksploitasi algoritma

Jakarta (ANTARA) – Menjelang 17 Agustus, kita biasanya kembali berbicara tentang kemerdekaan dengan bahasa yang klise: bebas dari penjajahan, berdiri di kaki sendiri, dan menentukan masa depan tanpa dikendalikan oleh bangsa lain.

Setelah 81 tahun merdeka, saya kira ada pertanyaan baru yang layak diajukan: seberapa merdekakah kita saat memasuki ruang digital?

Pertanyaan itu sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kita bangun tidur lalu meraih telepon seluler. Kita membaca berita, membuka WhatsApp, lalu mengecek Instagram, TikTok, atau YouTube.

Anak-anak belajar dan bermain di layar yang sama. Orang berbelanja, bekerja, mencari hiburan, berdebat soal politik, jatuh cinta, mencari pinjaman, bahkan mencari pengakuan di sana.

Sebagian besar kehidupan kita sudah mempunyai alamat kedua: internet.

Karena itu, kemerdekaan hari ini tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan untuk terhubung. Hampir semua orang bisa masuk ke ruang digital. Pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kita berada di dalamnya.

Apakah kita sungguh menjadi manusia yang bebas di sana? Atau tanpa sadar, perhatian, pilihan, dan keputusan kita sedang diperebutkan oleh algoritma, iklan, penipuan, perjudian, disinformasi, serta industri yang dirancang untuk membuat kita terus menatap layar.

Di sinilah pekerjaan menjaga kemerdekaan memperoleh makna baru.

Negara tentu tidak boleh mengendalikan percakapan warganya. Ruang digital yang sehat bukanlah ruang yang sepi dari kritik, perdebatan, atau perbedaan pendapat. Demokrasi justru membutuhkan ruang bagi semuanya itu. Ia memang bisa terasa riuh, bahkan kadang gaduh, karena masyarakat yang merdeka tidak harus selalu sepakat.

Pada saat yang sama, kebebasan membutuhkan lingkungan yang memungkinkan manusia menggunakannya dengan aman dan penuh kesadaran. Ada kelompok yang memiliki kemampuan lebih terbatas dalam mengenali risiko, manipulasi, dan eksploitasi di ruang digital, terutama anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital mengambil langkah penting dengan menerbitkan dan menjalankan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas.

Aturan pelaksanaan dari PP Tunas, kemudian diperjelas melalui Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026. Untuk platform digital berisiko tinggi, anak di bawah 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun. Implementasinya dilakukan secara bertahap sejak 28 Maret 2026.

Saya menganggap kebijakan ini penting justru karena anak-anak tidak mungkin dijauhkan dari teknologi.

Mereka akan hidup di dunia yang jauh lebih digital daripada generasi kita. Internet akan menjadi tempat mereka belajar, bermain, menciptakan sesuatu, membangun pertemanan, dan kelak bekerja. Kemampuan menggunakan teknologi akan menjadi bagian dari kecakapan hidup.

Masalahnya, mereka memasuki lingkungan yang tidak sepenuhnya dirancang untuk kepentingan mereka.

Seorang anak berhadapan dengan algoritma yang mampu mempelajari kebiasaannya, desain yang sengaja dibuat untuk mempertahankan perhatian, iklan yang semakin personal, risiko perundungan, predator seksual, pornografi, perjudian, hingga berbagai bentuk manipulasi komersial.

Industri digital memiliki insinyur, algoritma, data, dan modal yang besar untuk menarik perhatian. Seorang anak hanya memiliki rasa ingin tahu dan sebuah layar. Pertandingannya sejak awal tidak seimbang.

Maka perlindungan tidak perlu ditempatkan sebagai lawan kemerdekaan. Perlindungan justru dapat menjadi syarat agar seseorang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan kelak menggunakan kebebasannya secara utuh.

Implementasi

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.