Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

kerusakan-alam-adalah-masalah-kemanusiaan
Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan
service

Mubadalah.id – Kerusakan alam menjadi salah satu isu utama dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pertama yang digelar pada 2017.

Para peserta kongres menilai bahwa bencana ekologis tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan sebagai masalah kemanusiaan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Dalam catatan KUPI, sejumlah bencana seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan terjadi akibat kerusakan lingkungan yang terus meningkat.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2015 yang dikutip KUPI mencatat bahwa kekeringan melanda 16 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 102 kabupaten/kota dan 721 kecamatan terdampak.

Kekeringan ini berimbas pada sekitar 111 ribu hektare lahan pertanian. Kondisi tersebut memicu penurunan hasil panen, mengganggu ketahanan pangan, serta memperparah kondisi ekonomi masyarakat pedesaan.

Selain kekeringan, KUPI juga menyoroti pencemaran air sebagai salah satu bentuk kerusakan lingkungan yang serius. Sungai Citarum di Jawa Barat menjadi contoh ekstrem. Sungai tersebut pernah masuk dalam daftar 10 sungai paling tercemar di dunia.

Pencemaran air tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang tercemar berpotensi menyebabkan berbagai penyakit serta mematikan organisme air.

Peserta kongres menilai bahwa rangkaian bencana ini menunjukkan hubungan erat antara krisis lingkungan dan kualitas hidup manusia. Bahkan, kerusakan alam yang terjadi secara berulang telah menimbulkan penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, KUPI menempatkan isu lingkungan sebagai bagian integral dari perjuangan keadilan sosial. Para ulama perempuan menegaskan bahwa membicarakan agama tidak dapat kita pisahkan dari lingkungan. []

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.