Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kerusakan Lingkungan di Indonesia

Kerusakan Lingkungan di Indonesia

kerusakan-lingkungan-di-indonesia
Kerusakan Lingkungan di Indonesia
service

Mubadalah.id – Di Indonesia, dampak kerusakan lingkungan semakin terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai wilayah mengalami banjir, kekeringan, pencemaran air akibat sampah, serta peningkatan polusi udara.

Fenomena cuaca ekstrem juga semakin sering terjadi. Musim hujan yang tidak menentu dan kemarau yang lebih panjang membuat masyarakat kesulitan memprediksi pola tanam. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Padahal, negara ini dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari keanekaragaman hayati, hutan tropis, laut, hingga potensi energi terbarukan seperti matahari dan air.

Indonesia juga memiliki potensi ekonomi besar dari sektor kehutanan, kelautan, serta pertanian dan perkebunan. Bahkan, sebagian ahli menilai bahwa Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu negara dengan kekayaan sumber daya terbesar di dunia.

Namun, potensi tersebut sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat. Tapi kerusakan alam justru menghambat optimalisasi sumber daya yang ada. Terlebih deforestasi, pencemaran sungai, serta eksploitasi berlebihan membuat daya dukung alam semakin menurun.

Ketika lingkungan rusak, produktivitas menurun dan biaya pemulihan meningkat. Hal ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang bergantung langsung pada alam, seperti petani dan nelayan.

Maka dari itu, jika tidak ada perubahan kebijakan yang serius, kerusakan ini dapat mengganggu ekonomi nasional. Bahkan, ketimpangan antara wilayah yang masih memiliki sumber daya dan wilayah yang rusak juga berpotensi semakin lebar.

Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat regulasi lingkungan, memperbaiki sistem pengelolaan sumber daya alam, serta melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian.

Para ahli menegaskan bahwa krisis lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga persoalan pembangunan, keadilan sosial, dan masa depan generasi mendatang.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.