Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Tambang Nikel Cemari Laut dan Sawah di Halmahera Timur

Ketika Tambang Nikel Cemari Laut dan Sawah di Halmahera Timur

ketika-tambang-nikel-cemari-laut-dan-sawah-di-halmahera-timur
Ketika Tambang Nikel Cemari Laut dan Sawah di Halmahera Timur
service

Para nelayan di pesisir Subaim, Kecamatan Wasile, Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara (Malut)  resah setelah laut tempat mereka mencari ikan berubah keruh tercemar terdampak tambang nikel.  Pantai yang awalnya berpasir, berubah menjadi genangan lumpur. Di beberapa tempat, luberan lumpur tambang bahkan memenuhi lahan persawahan dan Sungai Muria di Desa Bumi Resti hingga tak bisa warga tanami. Begitu juga dengan saluran irigasi. Air yang mengalir berwarna coklat pekat dan tak bisa warga gunakan. “Ini bukan kali pertama, sudah berulang kali. Sebelumnya juga aktivitas tambang mencemari areal pertanian  dan perikanan warga,” kata Arman Ebit, warga Subaim belum lama ini. Dia menduga, aktivitas tambang di hulu sungai menjadi penyebab pencemaran di Pesisir Subaim dan sebagian lahan pertanian warga itu. Material sisa tambang kemudian turut terbawa air saat hujan deras hingga masuk ke area permukiman. “Kasus ini sudah berulang kali.” Saat ini beroperasi  PT Jaya Abadi Semesta (JAS). Sebelum itu,   ada PT Alam Raya Abadi (ARA). ” Juga terjadi hal yang sama (tercemar).” Arman yang juga Ketua Karang Taruna Desa Subaim itu mengatakan, pencemaran dari JAS  sudah dua kali terjadi. Kejadian itu sekitar Juli dan November lalu. Tingkat ketebalan lumpur  di pesisir sekitar 10-20 sentimeter. “Ini pencemaran paling buruk. Material tambang  mencemari ruang hidup warga seperti sawah, kebun kelapa, irigasi, laut  dan hutan mangrove,” katanya Pengamatan Arman, ada empat desa di Kecamatan Wasile yang  paling terdampak pencemaran ini. Selain Subaim, ada juga Desa Bumi Restu, Mekar Sari dan  Batu Raja. Dampak dari pencemaran itu, sumber mata pencaharian warga pun terganggu. “Sebagian besar sumber ekonomi hancur.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.