Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Ketua Lesbumi NU Jatim Dorong Sejarah NU Harus Ditempatkan di Tengah, Tak Lagi Terpinggirkan

Ketua Lesbumi NU Jatim Dorong Sejarah NU Harus Ditempatkan di Tengah, Tak Lagi Terpinggirkan

ketua-lesbumi-nu-jatim-dorong-sejarah-nu-harus-ditempatkan-di-tengah,-tak-lagi-terpinggirkan
Ketua Lesbumi NU Jatim Dorong Sejarah NU Harus Ditempatkan di Tengah, Tak Lagi Terpinggirkan
service

Mojokerto, NU Online Jatim

Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur, Riadi Ngasiran, menegaskan bahwa sejarah Nahdlatul Ulama tak bisa dipinggirkan hanya karena penulisan sejarah nasional mengganjilkan dan meminggirkan peran kaum santri serta umat Islam dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Penegasan itu disampaikan dalam acara ‘Metodologi Riset Penulisan Sejarah’ yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Mojokerto, Jumat (24/07/2026) malam. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Mojokerto.

“Penulisan sejarah nasional Indonesia lazimnya bersifat objektif dan fair, mempertimbangkan peran-peran umat Islam, khususnya kaum santri, baik dalam pergerakan kemerdekaan, masa revolusi nasional Indonesia, hingga pada eksistensi negara Indonesia,” ujar Riadi.

Sejarawan NU ini mengatakan, historiografi nasional Indonesia mempertimbangkan adanya sumber sejarah dan sejarah lisan, memoar para tokoh Nahdlatul Ulama dan pejuang Islam, serta kesaksian mereka. 

“Peran umat Islam, khususnya kaum santri dan Nahdlatul Ulama, yang selama ini ditempatkan di pinggiran (peripherial) haruslah digeser ke tengah percaturan peran untuk menghadirkan sejarah nasional secara objektif dan utuh,” ucapnya. 

Ketua Tim Kerja Monumen Resolusi Jihad NU itu mengingatkan, dokumen dan arsip Nahdlatul Ulama telah menjadi bagian penting dalam Arsip Nasional, bahkan menjadi sumber primer dan utama yang bisa dimanfaatkan untuk penulisan sejarah nasional Indonesia kontemporer. 

Di samping itu, Riadi menuturkan bahwa penulisan sejarah Nahdlatul Ulama dalam konstelasi sejarah nasional Indonesia secara utuh dibutuhkan data yang valid, dari sumber primer dan sumber skunder, dengan memanfaatkan penulisan sejarah NU di tingkat lokal.

“Penulisan sejarah NU di tingkat lokal (baik PCNU maupun PWNU), memberikan panorama zaman dan cara pandang dengan pemikiran lateral yang bisa menggambarkan spirit zaman dan suasana yang melatarbelakanginya,” tegasnya. 

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.