Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kisah Anak Ajaib Raih Gelar PhD di Usia 16 Th, Akui Dendam pada Ortu karena Mengontrol Hidupnya

Kisah Anak Ajaib Raih Gelar PhD di Usia 16 Th, Akui Dendam pada Ortu karena Mengontrol Hidupnya

kisah-anak-ajaib-raih-gelar-phd-di-usia-16-th,-akui-dendam-pada-ortu-karena-mengontrol-hidupnya
Kisah Anak Ajaib Raih Gelar PhD di Usia 16 Th, Akui Dendam pada Ortu karena Mengontrol Hidupnya
service

Jakarta

Siapa orang tua yang tak ingin anaknya sukses? Siapa juga yang tak ingin anaknya meraih prestasi membanggakan di bidang pendidikan?

Keinginan tersebut tampaknya dirasakan oleh orang tua Zhang Xinyang. Pria asal Tiongkok ini berhasil meraih kesuksesan di bidang pendidikan saat usianya masih terbilang muda, Bunda.

Zhang Xinyang pernah mendapat julukan sebagai ‘Anak Ajaib’ karena berhasil meraih gelar PhD di usia 16 tahun. Setelah meraih gelar PhD, Zhang Xinyang menjalani kehidupan yang justru berbanding terbalik dengan ekspektasi orang di sekitarnya.

Ia kini tidak lagi memiliki ambisi seperti saat masih remaja, Bunda. Tak hanya itu, Zhang Xinyang bahkan menyimpan dendam kepada orang tuanya karena selama ini sudah mengontrol hidupnya.

Zhang Xinyang menjadi pekerja lepas

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media Tiongkok, Zhang Xinyang mengatakan kalau ia sekarang hanya menjadi pekerja lepas. Zhang Xinyang juga masih bergantung secara finansial pada orang tuanya.

Zhang juga menyebut bahwa duduk-duduk dan tidak melakukan apa pun adalah kunci menuju kebahagiaan seumur hidup.

Ia diketahui masuk universitas pada usia 10 tahun, dan masuk sekolah pasca sarjana pada usia 13 tahun. Pada 2011, ia berhasil menjadi mahasiswa PhD dalam bidang matematika terapan di Universitas Beihang, salah satu institusi terkemuka di Beijing saat berusia 16 tahun.

Namun, di tahun yang sama Zhang memicu kontroversi ketika meminta orang tuanya membelikan sebuah apartemen di Beijing senilai dua juta yuan atau setara dengan Rp4,3 miliar, Bunda.

Jika mereka tidak melakukannya, Zhang mengancam akan melepaskan gelar masternya dan menolak tawaran PhD.

“Kamu mengharapkan saya untuk tinggal di Beijing lebih dari siapa pun, jadi kamu harus berusaha keras untuk ini,” ujar Zhang kepada orang tuanya, dikutip dari laman South China Morning Post.

Ia pun sempat menjelaskan alasan di balik tuntutan yang diberikan kepada orang tuanya itu. Zhang mengatakan itu berasal dari keyakinan bahwa memiliki apartemen, mendapatkan pekerjaan yang baik, dan terdaftar sebagai penduduk kota adalah ciri-ciri dari kesuksesan.

Demi menenangkan anaknya, orang tua Zhang rela menyewa sebuah apartemen di Beijing dan berbohong kepada putranya bahwa mereka telah membeli apartemen itu.

Meskipun Zhang akhirnya menyelesaikan gelar doktor pada 2019, dan menjadi dosen di salah satu universitas, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya itu dua tahun kemudian.

Kini, ia tinggal di sebuah apartemen sewaan di Shanghai dan hanya memiliki beberapa ribu yuan di rekening banknya untuk bertahan hidup. Mengingat orang tuanya yang telah berbohong terkait membeli apartemen, Zhang menyebut mereka telah berutang.

Dendam terhadap orang tua

Zhang hanya bekerja sebagai pekerja lepas saat ini dan menerima tunjangan sebesar 10 ribu yuan atau setara dengan Rp21 juta setiap dua hingga tiga bulan dari orang tuanya. Ia menyebut bahwa orang tuanya berutang.

“Mereka berutang ini (apartemen) kepada saya. Apartemen yang tidak pernah mereka belikan kepada saya seharusnya bernilai lebih dari 10 juta yuan sekarang,” tuturnya.

Meskipun tidak memiliki pekerjaan tetap, mantan anak ajaib ini mengatakan dia merasa puas dengan kehidupannya saat ini. Mengenai penghasilan yang terbilang sedikit untuk hidup di kotanya, Zhang mengatakan itu tidak masalah karena masih ada orang tuanya yang memberikan uang kepadanya.

Ia juga sempat mengaku bahwa memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang tuanya. Sebab, Zhang merasa mereka selalu mengontrolnya untuk menjadi terus menjadi lebih baik dari siapa pun.

Situasi Zhang saat ini tentunya memicu perdebatan publik di kalangan netizen Tiongkok. Banyak yang mengatakan orang tua Zhang terlalu terobsesi untuk membuat anaknya menjadi sempurna dibandingkan anak-anak seusianya.

“Orang tuanya terobsesi untuk memupuk anak ajaib dan akhirnya dia mengkompensasi hilangnya proses pertumbuhannya dengan cara lain,” tulis salah satu netizen.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.