
Kalapas Lamongan, Andi Hasyim, menyerahkan secara simbolis remisi kepada narapidana, usai upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Lapas Lamongan, Senin (17/8/2026).
Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 419 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan, menerima Remisi Umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pemberian remisi dilakukan usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Lamongan. Remisi diberikan kepada narapidana yang dinilai memenuhi persyaratan sesuai ketentuan, termasuk menunjukkan perilaku baik, mematuhi tata tertib, serta mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Andi Hasyim, mengatakan remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap narapidana yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani pembinaan. Menurutnya, remisi juga diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
“Pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik dan mengikuti proses pembinaan dengan sungguh-sungguh,” kata Andi.
Penerima remisi HUT ke-81 RI 2026 didominasi narapidana kasus narkotika, sebanyak 260 orang. Kemudian disusul kasus perlindungan anak 49 orang dan kasus pencurian 45 orang.

Sementara sisanya terdiri dari berbagai kasus lain, mulai dari penggelapan, penipuan, perampokan, pembunuhan, kesusilaan, perdagangan orang dan lainnya.
Dari 419 narapidana yang mendapatkan remisi, delapan orang di antaranya langsung memperoleh hak bebas, setelah mendapat pengurangan masa hukuman pada HUT ke-81 RI.
“Bagi delapan warga binaan yang hari ini langsung bebas, saya berpesan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kembali ke keluarga dan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Andi juga berharap keterampilan yang didapatkan selama berada di Lapas, dapat menjadi bekal awal untuk menjalani kehidupan baru, sehingga mampu kembali berkontribusi di tengah masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Jadikan pembinaan sebagai bekal untuk berubah, terus berkarya, dan mempersiapkan diri agar nantinya mampu hidup mandiri serta diterima kembali di tengah masyarakat,” pungkasnya. (fak/but)





Comments are closed.